
SERAYUNEWS – Suasana penuh haru dan semangat baru menyelimuti Graha Widyatama Unsoed pada Selasa (10/2/2026). Momentum wisuda UT Purwokerto kali ini tidak sekadar menjadi ajang pemindahan tali toga, melainkan titik tolak bagi 884 lulusan yang siap bertarung dan beradaptasi di tengah gempuran era digital yang serba cepat.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., merinci bahwa total lulusan pada periode ini sebenarnya menyentuh angka 1.455 orang. Dari jumlah tersebut, 333 orang mengikuti prosesi di UT Pusat, sementara 884 mahasiswa lainnya merayakan wisuda UT Purwokerto secara langsung. Para sarjana baru ini berasal dari beragam latar belakang keilmuan, mulai dari FKIP, FEB, FST, FISIP, hingga jenjang Pascasarjana.
Menariknya, peta sebaran domisili para lulusan ini sangat luas. Meski mayoritas berasal dari Kabupaten Banyumas, tidak sedikit yang menempuh perjalanan dari Cilacap, Purbalingga, Tegal, Brebes, Banjarnegara, hingga Kebumen. Fakta ini sekaligus mendobrak stigma pendidikan tradisional; membuktikan bahwa meraih gelar sarjana bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus pindah kota atau meninggalkan pekerjaan yang sedang dirintis.
Mengangkat tema “Transformasi Digital dan Tantangan Inklusivitas”, perayaan wisuda UT Purwokerto tahun ini sangat relevan dengan dinamika dunia kerja Gen Z. Dalam amanat Rektor UT yang diwakilkan oleh Dekan FST, ditegaskan bahwa kampus terus berinovasi membangun ekosistem pembelajaran mutakhir.
Penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI), cloud computing, hingga immersive learning terus dikebut. Tujuannya satu: memastikan teknologi tidak hanya sekadar canggih, tetapi mampu menciptakan akses pendidikan yang setara dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya fokus pada seremonial akademik, ajang ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan kampus. UT resmi menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) penting dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), sektor industri, serta jejaring media seperti Media Info Purwokerto, Cilacap Kekinian, dan Tribun Banyumas. Langkah strategis ini dirancang untuk membuka keran peluang magang, kerja sama, hingga publikasi bagi para alumni ke depannya.
Pihak rektorat juga tak lupa memberikan apresiasi khusus kepada Sentra Layanan UT dan jajaran pemerintah daerah yang terus menjadi sistem pendukung (support system) andalan bagi mahasiswa hingga garis finis.
Pada akhirnya, gelar yang tersemat usai wisuda UT Purwokerto ini bukanlah akhir dari segalanya. Ini adalah peluit tanda dimulainya perjuangan para lulusan untuk terjun ke masyarakat sebagai agen perubahan yang adaptif, melek digital, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.