
SERAYUNEWS – SMKN 1 Susukan menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan warisan budaya batik melalui jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil.
Sekolah ini menjadi salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Banjarnegara yang aktif menyiapkan generasi muda tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga bangga terhadap identitas budaya bangsa.
Kepala SMKN 1 Susukan, Mohammad Mumfasil menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi batik agar tidak luntur oleh perkembangan zaman.
“Tujuannya agar siswa bisa menjaga dan melestarikan budaya batik yang menjadi kebanggaan kita. Kami ingin batik bukan sekadar warisan, tapi juga peluang karier di industri kreatif,” katanya.
Ia menjelaskan, karya siswa difokuskan pada batik tulis, yang dikerjakan secara manual tanpa mesin. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi sehingga satu lembar kain bisa memakan waktu sekitar dua minggu.
Kualitas batik hasil karya siswa telah menjangkau pembeli dari luar daerah, termasuk Yogyakarta dan Pekalongan.
Selain mengangkat motif Nusantara, para siswa juga mengembangkan motif berbasis kearifan lokal Banjarnegara, seperti motif Dawet Ayu, yang kini menjadi identitas daerah.
Mumfasil menyebut SMKN 1 Susukan sebagai satu-satunya SMK di Kabupaten Banjarnegara yang memiliki jurusan membatik. Selain itu, sekolah ini juga membuka jurusan Teknik Ototronik, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Desain Interior dan Teknik Furnitur.
Dari total 650 siswa, sebanyak 108 siswa saat ini menekuni jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana memberikan apresiasi atas keberadaan jurusan tersebut saat melakukan kunjungan ke sekolah.
Ia menilai langkah SMKN 1 Susukan merupakan upaya luar biasa dalam menjaga kekayaan budaya daerah, sekaligus memperkuat identitas batik Banjarnegara.
“Satu-satunya SMK yang memiliki jurusan membatik adalah SMK Negeri 1 Susukan. Jadi ini sangat luar biasa untuk melestarikan budaya, terutama di Kecamatan Susukan ini, di Gumelem yang batiknya juga sudah menjadi ciri khas Banjarnegara,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga berkesempatan mencoba membatik serta berinteraksi langsung dengan para siswa.