Sabtu, 18 September 2021

Soal Pandemi, Ganjar Ajak Bangun Optimisme, Jangan Menakuti

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk membangun optimisme membangun dan menyebarkan kisah-kisah inspiratif untuk menumbuhkan harapan untuk bangkit di masa Pandemi COVID-19.


Semarang, Serayunews.com

“Gini, yang penting harus disebarkan adalah optimisme, jalan keluar, kisah inspiratif. Jangan menakut-nakuti, gitu lho. Kalau yang diceritakan yang serem-serem terus ya bikin orang takut,” ucap Ganjar ditemui di kantornya, Rabu (14/7/2021).

Hal itu disampaikan Ganjar kala ditanya perihal maraknya poster ajakan untuk warga Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara untuk tidak mengunggah berita tentang COVID-19 agar masyarakat tenang dan tentram.

“Kalau kemudian yang muncul cerita-cerita, sekarang mati sekian, terus kemarin ditemukan kotak mayat yang ga ada isinya dan sebagainya, itu kan cerita-cerita yang kemudian orang akan bicara ini kok rumit semua. Kan sangat jarang cerita ini lho sekian orang sembuhnya banyak,” tutur Ganjar.

Ia menyebut jarang ditemukan cerita maupun narasi tentang kesembuhan atau fakta bahwa sebagian besar masyarakat mulai paham dan mengedukasi diri tentang protokol kesehatan.

“Menurut saya, yang rasional, yang proporsional gitu, kurangi yang cerita serem-serem dan mengerikan gitu,” tegasnya.

Padahal, narasi positif itu penting untuk menumbuhkan semangat dan harapan bangkit di masa pandemi, misalnya pedagang yang tetap berjualan namun menerapkan protokol kesehatan ketat, kisah orang yang menolong tetangga lewat Jogo Tonggo, atau cerita inspirasi orang yang tetap bertahan di rumah selama pandemi dan dia berkorban demi kebaikan bersama.

“Nah yang seperti ini, ayo jaga diri. Kita berikan spirit-spirit semangat. Kita semua lagi susah hari ini tapi kita mesti memberikan semangat kepada masyarakat. Saya tahu itu sulit tapi kita harus lakukan,” tandasnya.

Selain itu, Ganjar juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan hoaks atau berita-berita miring. Seperti yang baru-baru ini ramai, seorang yang mengaku dokter namun menyampaikan informasi yang kontradiktif dengan fakta.

Berita Terkait

Berita Terkini