
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Film Aku Sebelum Aku resmi tayang di Netflix mulai 16 Juli 2026.
Film drama keluarga garapan sutradara Gina S. Noer ini langsung mencuri perhatian penonton berkat cerita emosional tentang hubungan orang tua dan anak, sekaligus deretan soundtrack yang memperkuat setiap adegan.
Tak hanya menghadirkan kisah yang menyentuh, film ini juga menyuguhkan pilihan lagu dari berbagai musisi Indonesia lintas genre.
Film ini mengikuti perjalanan Jati (Bima Sena), seorang remaja berprestasi yang selalu menjadi kebanggaan sekolah karena berkali-kali memenangkan kompetisi sains.
Di mata banyak orang, Jati tampak sebagai sosok anak sempurna. Namun, di balik berbagai penghargaan, ia memendam tekanan batin akibat tuntutan sang ayah.
Pak Jaya (Ringgo Agus Rahman) menganggap keberhasilan akademik sebagai tolok ukur utama kesuksesan hidup.
Tekanan tersebut perlahan berkembang menjadi beban psikologis yang membuat Jati kehilangan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Hingga suatu ketika, ia mengalami serangan panik yang menjadi titik balik kehidupannya.
Melihat kondisi putranya, Ambu Asih (Prastiwi Dwiarti) berusaha membantu Jati menemukan kembali semangat hidup dengan mengenalkannya pada lingkungan yang baru.
Konflik keluarga semakin berkembang ketika sebuah tugas sekolah mengenai sejarah keluarga membuka berbagai luka lama yang selama ini tersembunyi.
Dalam proses pencarian jati diri itu, Jati bertemu Asa (Widuri Puteri). Bersama Asa, ia mulai memahami diri sendiri sekaligus belajar berdamai dengan masa lalu dan ekspektasi yang selama ini membebani.
Lagu karya Hindia ini menjadi salah satu soundtrack yang paling mencuri perhatian. Rilis pada 21 Juli 2023 dalam album Lagipula Hidup Akan Berakhir, Hindia menulis lagu ini bersama sejumlah kolaborator seperti Kamga dan Petra Sihombing.
Liriknya menggambarkan refleksi tentang kehidupan, tekanan sosial, serta pentingnya menikmati hidup di tengah ambisi.
Band indie rock Monkey to Millionaire turut menyumbangkan lagunya yang berjudul “Rules and Policy”.
Lagu ini berasal dari album perdana mereka yang rilis pada 13 Februari 2007. Sementara itu, Wisnu Adji adalah penulisnya.
Nuansa elektronik khas Goodnight Electric hadir melalui lagu “Am I Robot?” yang merupakan ciptaan Henry Foundation. Mereka merilis lagu ini pada 1 Januari 2005 dalam album Love and Turbo Action.
Lagu “Jadi Wanita” karya Nesia Medyanti dibawakan oleh NonaRia dan dirilis pada 21 April 2019 bertepatan dengan Hari Kartini. Kehadirannya memperkuat beberapa adegan yang berkaitan dengan sosok perempuan dalam keluarga.
Grup musik asal Bali, Nosstress, juga mengisi soundtrack melalui lagu “Semoga, Ya”. Lagu ciptaan I Komang Guna Warma ini dirilis pada 9 Januari 2017.
Dalam album Ini Bukan Nosstress, mereka menghadirkan kolaborasi bersama Dadang Sh Pranoto dan Deny Surya.
Salah satu lagu yang paling unik dalam film ini adalah “Bekerdja”, sebuah lagu propaganda pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943.
Lagu yang juga dikenal sebagai Mars Barisan Pekerja (Romusha) tersebut diciptakan oleh Inoe Kertopati dan Nobuo Ida.
Kemudian, lagu itu dihadirkan kembali melalui aransemen Budapest Scoring Orchestra untuk memperkuat nuansa sejarah dalam film.
Lagu kolaborasi Hara dan Frau bertajuk “Kabut Putih” dirilis pada 25 Oktober 2024. Lagu ini memiliki nilai historis karena penciptanya adalah Zubaidah Nungtjik A.R.
Pada tahun 1971, ia menciptakan lagu ketika berada di Kamp Plantungan, lokasi pengasingan tahanan politik perempuan pasca-peristiwa 1965.
Selain “Semoga, Ya”, Nosstress kembali hadir melalui lagu “Tunjukkan Cintamu” yang rilis pada 9 Agustus 2023.
Lagu ciptaan Nyoman Angga Yudistha tersebut menjadi penutup yang menguatkan pesan utama film mengenai kasih sayang, penerimaan, dan proses memulihkan hubungan dalam keluarga.
Perpaduan kisah emosional dan pilihan soundtrack yang beragam membuat Aku Sebelum Aku juga menyajikan pengalaman menonton yang semakin kuat melalui musik.***