
SERAYUNEWS-Suhu kawah Gunung Slamet terus mengalami fluktuasi. Setelah sebelumnya sempat turun, suhu kawah dilaporkan kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil pengukuran pada Kamis (7/5/2026) suhu kembali naik menjadi 470, 2 derajat celcius.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapindriat, Jumat (8/5/2026) dalam laporannya mengatakan kendati suhu mengalami fluktuasi, namun aktivitas warga di sekitar lereng gunung tersebut tetap normal.
Pada pengukuran yang dilakukan Sabtu (2/5/2026) disebutkan suhu 445,2 derajat celcius. Kendati demikian status waspada masih diberlakukan. Jarak aman bagi warga tetap maksimal sejauh 3 kilometer dari kawah.
Dia meminta warga di sekitar kawasan gunung tersebut tidak perlu panik.Ketika disinggung situasi di lereng Gunung Slamet menurutnya masih dalam kondisi normal. Kendati gunung tersebut berstatus waspada, warga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Dia juga mengatakan tidak ada laporan terjadi gempa di kawasan Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga yang berada di dekat gunung tersebut. “Tetap tenang dan siapkan mitigasi,” ujarnya.
Terletak di Lima Kabupaten
Gunung api Slamet adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncaknya 3432 mdpl. Secara administratif terletak dalam lima kabupaten, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis berada pada posisi 7° 14.30′ LS dan 109° 12.30′ BT. Gunungapi Slamet dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) yang berada di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.