
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Kasus kehamilan pada anak usia sekolah di Kabupaten Banyumas masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian serius. Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas mencatat, sebanyak 435 anak usia sekolah mengalami kehamilan sepanjang tahun 2025.
Temuan tersebut terungkap saat Kemenag menggelar kegiatan bimbingan pelajar di sejumlah sekolah tingkat SMP hingga SMA. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, membeberkan fakta tersebut dari hasil evaluasi program di lapangan.
“Ketika kami turun ke sekolah melalui program bimbingan remaja usia sekolah, kami menemukan masih banyak kasus kehamilan yang terjadi pada siswa usia sekolah,” ujar Ibnu, Jumat (31/07/2026).
Menurut Ibnu, sebagian besar kasus terjadi saat libur sekolah. Minimnya pengawasan akibat orang tua yang sibuk bekerja menjadi salah satu faktor utama pendorong terjadinya fenomena ini.
Kondisi tersebut berdampak panjang. Banyak remaja yang terpaksa menikah dini akibat kehamilan di luar nikah. Padahal, pernikahan di usia yang terlalu muda sangat rentan memicu konflik baru dalam rumah tangga.
“Setelah menikah, dampaknya banyak rumah tangga yang tidak bertahan lama. Karena itu persoalan ini harus menjadi perhatian semua pihak,” ujarnya.
Ibnu menyampaikan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga atau sekolah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat.
Guna menekan angka kehamilan remaja, Kemenag Banyumas menggulirkan program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) sebagai langkah preventif.
Program ini berfokus pada edukasi kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai keagamaan agar remaja mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab
Selain itu, Kemenag Banyumas melangkah lebih jauh dengan menggandeng berbagai organisasi dan lembaga kemasyarakatan. Beberapa di antaranya mencakup Tim Penggerak PKK, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pemuda Muhammadiyah, hingga organisasi kepemudaan lainnya. Kolaborasi ini juga diselaraskan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kualitas keluarga dan perlindungan remaja.
Kemenag berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari orang tua, pihak sekolah, pemerintah, hingga organisasi masyarakat, dapat memperkuat sinergi dalam mendampingi remaja demi menekan angka kehamilan usia sekolah di Kabupaten Banyumas.