
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Usia boleh saja tak lagi muda, namun binar bahagia tetap terpancar dari wajah Suwardi (63) dan Kartini (49). Setelah mengarungi perjalanan hidup yang panjang dan berliku sejak pertama kali saling mengenal pada 2011 silam, pasangan tertua di ajang Banyumas Mantu 2026 ini akhirnya resmi mengantongi kepastian hukum atas ikatan suci mereka.
Perjalanan cinta Suwardi yang sempat beberapa kali menikah, serta Kartini yang ditinggal wafat suami terdahulu, menemukan muara indahnya.
Keduanya menjadi bagian dari 30 pasangan beruntung yang diarak meriah menuju Rita Supermall sebagai pembuka rangkaian Banyumas Wedding Expo 2026 dan Banyumas Mantu, Jumat (4/9/2026).
Kartini mengaku bersyukur dapat mengikuti Banyumas Mantu setelah mengetahui adanya program pernikahan gratis tersebut. Ia mengatakan informasi mengenai pendaftaran diperoleh melalui media sosial.
“Tau dari status WA teman, trus disuruh ikut ndaftar, ditemani dan dibantu daftarnya,” kata Kartini.
Bagi Kartini dan Suwardi, uluran tangan dari puluhan vendor pernikahan serta Pemerintah Kabupaten Banyumas ini tak sekadar memberikan pesta perayaan gratis. Lebih dari itu, impian mereka untuk memiliki legalitas pernikahan secara negara yang didukung penuh oleh keluarga kini resmi terwujud.
“Saya senang. Ada pendaftaran seperti ini, jadi urusannya lancar,” ujar Kartini.
Ketua Panitia Banyumas Wedding Expo dan Banyumas Mantu 2026, Nurmaisha, mengatakan prosesi nikah massal akan menjadi pembuka rangkaian Wedding Expo yang berlangsung 4 hingga 6 September 2026. Seluruh peserta dimanjakan dengan ragam fasilitas cuma-cuma, mulai dari busana, riasan wajah, hingga dokumentasi profesional yang didukung oleh 60 vendor dari 48 booth pameran.
“Untuk 30 pasangan peserta, nanti akan di-make-up di sini. Kemudian kita akan kirab dari Si Panji menuju Rita Supermall,” ujar Nurmaisha.
Sambil melintasi jalanan kota dengan iring-iringan seni dan budaya lokal, senyum mekar Suwardi dan Kartini bakal menyapa warga yang menyaksikan. Panitia memang sengaja menyisipkan balutan tradisi daerah dalam kirab ini untuk memikat daya tarik wisata Banyumas.
“Harapannya selain menjadi acara sosial, bisa juga menaikkan daya tarik wisata karena nantinya ada unsur-unsur seni dan budaya yang kita munculkan,” katanya.
Langkah mulia melegalisasi ikatan para sejoli seperti Suwardi dan Kartini ini mendapat apresiasi penuh dari Pemkab Banyumas.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Banyumas Mantu diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Ia berharap jumlah pasangan yang mendapatkan fasilitasi pernikahan dapat terus bertambah pada pelaksanaan berikutnya.
“Setiap tahun akan kita adakan. Syukur-syukur jumlahnya bertambah,” kata Sadewo.
Kini, rias anggun di wajah Kartini dan genggaman erat jemari Suwardi menjadi bukti bahwa tak ada kata terlambat untuk menjemput kepastian hukum dalam berumah tangga. Program sosial ini berhasil menutup kisah panjang pencarian mereka dengan manis dan sah di mata negara.