
SERAYUNEWS -Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berupaya memastikan warganya mendapatkan akses kesehatan tanpa hambatan melalui komitmen UHC atau cakupan kesehatan semesta. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengingatkan bahwa kemudahan akses akan sia-sia jika tidak didukung oleh ketersediaan obat yang mencukupi di setiap faskes. Sebab, RKO adalah fondasi utama untuk menjamin hal tersebut.
Hal itu disampaikan saat acara Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan RKO yang digelar Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas pada Rabu (22/4/2026) di Hotel Aston Purwokerto.
“Ketika RKO disusun dengan baik, dilaporkan secara disiplin, dan dievaluasi secara tepat, maka kita sedang memastikan bahwa setiap masyarakat yang datang berobat benar-benar mendapatkan pelayanan yang utuh,” ujar Lintarti.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh perwakilan Puskesmas, Klinik, dan Apotek mitra BPJS ini, terungkap bahwa manajemen rantai pasok obat menjadi pilar utama transformasi layanan kesehatan.
Kepala Dinkesmas Banyumas, dr. Dani Esti Novia, menjelaskan bahwa perencanaan yang tepat waktu akan membantu industri farmasi menyiapkan produksi sesuai kebutuhan. “Perencanaan kebutuhan obat yang akurat, tepat waktu dan sesuai ketentuan menjadi kunci untuk menghindari risiko kekosongan,” jelas dr. Dani.