SERAYUNEWS – Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang penuh berkah dan kebahagiaan.
Dan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan kemenangan dengan hati yang bersih nan gembira.
Adapun salah satu nilai yang diajarkan dalam Idul Fitri adalah saling memaafkan, baik itu kepada keluarga, sahabat, maupun sesama umat.
Sehingga, dalam khutbah Jumat kali ini, sudah sepatutnya membahas mengenai memaafkan di Hari Raya Idul Fitri.
Sebab, ini bakal menjadi pengingat bagi kita semua bahwa meminta serta memberi maaf adalah bagian dari ajaran Islam yang mulia.
Rasulullah SAW pun mencontohkan bahwa memaafkan kesalahan orang lain bukan hanya mendatangkan ketenangan jiwa, tetapi juga menjadi sebab turunnya rahmat dan ampunan Allah.
Nah, dan lewat khutbah ini, maka jamaah akan diajak untuk memahami makna sejati dari memaafkan dalam Islam, keutamaannya dalam kehidupan, serta bagaimana menerapkannya agar Idul Fitri benar-benar menjadi momen suci yang membawa kedamaian dan keberkahan bagi semua.
Untuk itu, mari kita simak teks khutbah Jumat singkat dengan tema memaafkan di Hari Raya Idul Fitri 1446H.
Bismillahirrahmanirrahim
Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh
Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan kita kesempatan untuk menjalani bulan suci Ramadan dan kini mempertemukan kita dengan hari kemenangan, Idul Fitri 1446 Hijriah.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Hari Raya Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momen untuk kembali kepada fitrah, hati yang bersih dari dosa dan kesalahan.
Salah satu ajaran penting dalam Islam yang berkaitan dengan Idul Fitri adalah memaafkan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raf: 199)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa sifat memaafkan adalah bagian dari karakter seorang mukmin.
Memaafkan bukan berarti lemah, tetapi justru menunjukkan kekuatan hati yang penuh keikhlasan dan kebesaran jiwa.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali berselisih dengan orang lain, baik itu dalam keluarga, pertemanan, atau dalam lingkungan sosial.
Namun, Islam mengajarkan bahwa meminta dan memberi maaf adalah amalan yang mendatangkan pahala besar.
Oleh karena itu, di hari yang penuh berkah ini, marilah kita saling membuka hati, meninggalkan rasa dendam, dan mengulurkan tangan untuk memaafkan satu sama lain.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di dalam Islam, memaafkan tidak hanya sekadar ucapan di lisan, tetapi juga harus datang dari hati yang ikhlas. Ada banyak keutamaan memaafkan, di antaranya:
Siapa yang ingin mendapat ampunan Allah, hendaknya ia mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Memaafkan akan membebaskan hati dari kebencian dan membuat hidup lebih tentram.
Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk memperbaiki hubungan keluarga, tetangga, dan teman yang sempat renggang akibat perbedaan dan kesalahpahaman.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Saat ini, kita berada di hari-hari penuh keberkahan. Jangan biarkan hari kemenangan ini ternodai oleh permusuhan dan kebencian.
Jadi, marilah kita meneladani Rasulullah SAW yang selalu memaafkan kesalahan orang lain, bahkan terhadap mereka yang menyakitinya.
Di akhir khutbah ini, marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, keselamatan dan rezeki di momen Hari Raya ini.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصلاة.
Nah, itu tadi iteks khutbah Jumat yang dapat disampaikan pada tanggal 4 April 2025 mendatang.***