
CILACAP, SERAYUNEWS – Siapa sangka Taman Zebra Cilacap yang kini menjadi ruang terbuka dan tempat bersantai masyarakat ternyata pernah menjadi terminal bus tersibuk di kota ini.
Fakta sejarah tersebut diungkap dalam buku Tempat yang Berkisah, karya Komunitas Tjilatjap History yang mengangkat jejak sejarah berbagai lokasi penting di Kabupaten Cilacap.
Buku setebal 111 halaman itu menjadi upaya mendokumentasikan sejarah lokal yang mulai terlupakan sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat tentang perjalanan panjang Kota Cilacap.
Rencananya, buku tersebut akan diluncurkan dalam Pameran Cagar Budaya pada awal Agustus 2026.
Selama ini Cilacap dikenal sebagai kota pelabuhan, kawasan industri, dan pintu gerbang menuju Pulau Nusakambangan. Namun di balik wajah modern tersebut, masih banyak jejak sejarah yang belum banyak diketahui masyarakat.
Melalui buku Tempat yang Berkisah, Komunitas Tjilatjap History mengajak pembaca menelusuri sejarah berbagai sudut kota, mulai dari benteng pertahanan, stasiun kereta api, hotel tua, situs bersejarah, tokoh lokal, hingga asal-usul nama tempat yang masih digunakan hingga sekarang.
Salah satu penulis buku, Sindu Pramono, mengatakan setiap tempat di Cilacap memiliki cerita yang layak dikenang meski sebagian mulai memudar karena minim dokumentasi.
“Pembaca diajak menyusuri beragam sudut Cilacap yang mungkin jarang diperbincangkan. Ada benteng pertahanan, stasiun kereta api, hotel tua, situs bersejarah, tokoh lokal, hingga asal-usul nama tempat yang selama ini akrab dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, berbagai kisah tersebut bukan sekadar menyajikan fakta sejarah, tetapi juga menunjukkan bagaimana identitas masyarakat Cilacap terbentuk dari masa ke masa.
Salah satu kisah yang paling menarik dalam buku ini adalah sejarah Taman Zebra yang berada di dekat Alun-alun Cilacap.
Kini kawasan tersebut dikenal sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Namun pada era 1970-an, lokasi itu merupakan Stanplat atau Terminal Bus Cilacap, pusat transportasi darat yang selalu dipadati kendaraan dan aktivitas warga.
“Siapa sangka, lokasi yang kini dikenal sebagai Taman Zebra ternyata memiliki sejarah panjang sebagai terminal bus yang sangat ramai pada masanya,” ujarnya.
Melalui cerita tersebut, Komunitas Tjilatjap History ingin mengingatkan bahwa setiap sudut kota memiliki nilai sejarah yang membentuk perkembangan Cilacap hingga seperti sekarang.
Pegiat sejarah Tjilatjap History, Thomas Sutasman, menilai masih banyak peninggalan sejarah di Cilacap yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat.
Karena itu, dokumentasi dalam bentuk buku dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga pengetahuan sejarah agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Banyak catatan sejarah yang tersebar di berbagai objek dan bukti sejarah di Cilacap. Melalui buku ini, kami ingin menghimpunnya agar dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya daerah,” ujarnya.
Buku Tempat yang Berkisah kini telah diserahkan kepada Perpustakaan Daerah Kabupaten Cilacap, sehingga masyarakat dapat mengakses dan mempelajarinya secara langsung.
Komunitas Tjilatjap History berharap buku tersebut tidak hanya menjadi kumpulan tulisan sejarah, tetapi juga menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal asal-usul kota tempat mereka tumbuh serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya daerah.
Sebab, sejarah bukan hanya bercerita tentang masa lalu, melainkan menjadi pijakan untuk memahami identitas daerah sekaligus menjaga nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya.