
SERAYUNEWS – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang wilayah Stasiun Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jumat (19/6/2026) malam. Kereta Api (KA) Taksaka relasi Yogyakarta–Gambir tertemper sepeda motor yang ditumpangi tiga orang. Akibatnya, seluruh pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.08 WIB di perlintasan sebidang JPL 540. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sepeda motor yang ditumpangi tiga orang diduga menerobos perlintasan saat palang pintu sudah dalam kondisi tertutup.
Ketiga korban kemudian tertemper KA (45) Taksaka yang tengah melaju dari Yogyakarta menuju Gambir. Seluruh korban dievakuasi ke RSUD dr. Soedirman Kebumen.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menyampaikan rasa prihatin dan duka cita atas peristiwa tersebut.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau pengendara di perlintasan sebidang untuk sabar dan tidak terburu-buru, serta selalu waspada,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurut As’ad, kecelakaan di perlintasan sebidang masih menjadi salah satu risiko yang kerap terjadi akibat rendahnya disiplin pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diminta selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan tidak memaksakan diri melintas saat palang pintu sudah tertutup atau sinyal peringatan berbunyi.
Ia menegaskan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban maupun cedera dari pihak kru maupun penumpang KA Taksaka. Operasional perjalanan kereta api juga tetap berjalan normal tanpa menimbulkan keterlambatan.
“Akibat kejadian tersebut tidak terdapat korban maupun cedera pada kru dan penumpang KA Taksaka. Operasional perjalanan kereta api juga tetap berjalan normal tanpa menimbulkan keterlambatan perjalanan kereta api penumpang,” ujarnya.
KAI kembali mengingatkan bahwa kereta api memiliki prioritas utama saat melintas di perlintasan sebidang. Selain itu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang cukup panjang.
“KAI mengingatkan bahwa kereta api harus menjadi prioritas di perlintasan sebidang, serta tidak dapat berhenti secara mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang cukup panjang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengambil risiko dengan menerobos perlintasan demi keselamatan bersama,” kata As’ad.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di perlintasan sebidang dan menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi seluruh aturan saat melintasi jalur kereta api.