
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menggelar edukasi literasi keuangan dan sosialisasi Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI030T3 dan ORI030T6 di Aula Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto.
Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika Unwiku yang antusias memahami seluk-beluk investasi aman dan pengelolaan keuangan negara.
Rektor Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Dr. H. Heru Cahyo, M.Si., membuka langsung kegiatan ini. Dalam sambutannya, Heru menekankan bahwa pemahaman finansial yang matang sangat krusial bagi generasi muda saat ini.
“Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki literasi keuangan yang baik serta pemahaman yang benar mengenai pengelolaan keuangan negara,” kata Heru Cahyo.
Dipandu oleh Tunggul Priyatama, S.E., M.Sc. selaku moderator, sesi pemaparan materi dibagi menjadi dua pilar utama. Pertama mengangkat topik ‘Cerdas Berinvestasi di Era Digital’ oleh Gayeng Primulindo (Analis Pengawas Perilaku UJK & EPK OJK Purwokerto).
Dia membagikan resep jitu mengelola keuangan di era digital. Ia mengingatkan peserta untuk waspada terhadap investasi ilegal, membagikan tips memilih produk investasi, cara melapor ke OJK, hingga membedah 10 besar modus penipuan berbasis Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Materi kedua dipaparkan oleh Chandra A. S. Wibowo, S.S.T., Ak., M.App.Ec. (Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara). Pemateri kedua lebih menyoroti tantangan finansial yang kerap dihadapi generasi Milenial dan Gen Z.
“Mahasiswa memahami siklus kehidupan finansial dan pentingnya memilih instrumen investasi yang aman,” katanya.
Secara khusus, Chandra membedah produk investasi terbaru pemerintah, yakni ORI030T3 dan ORI030T6, yang saat ini tengah memasuki masa penawaran. Sebagai bagian dari SDG Bond ritel, instrumen ini tidak hanya aman karena dijamin negara, tetapi juga berdampak sosial.
Dalam paparannya, Chandra menjelaskan secara detail mengenai struktur, keuntungan, dan risiko ORI030. Kemudian bagaimana cara berinvestasi melalui mitra distribusi resmi dan kanal pembayaran, sampai mekanisme transaksi di pasar sekunder beserta simulasi perhitungan kuponnya.
Melalui edukasi ini, DJPPR dan Unwiku berharap sivitas akademika tidak hanya makin melek finansial, tetapi juga tergerak untuk aktif berinvestasi sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.