
PURWOKERTO, SERAYUNEWS- Fresh gradute kerap menjadi pertimbangan dalam kriteria lowongan kerja.
Ada beberapa perusahaan yang memberikan kesempatan bagi fresh graduate, bahkan membuka lowongan khusus fesh graduate.
Apakah fresh graduate hanya diperuntukkan bagi sarjana yang benar-benar baru lulus? Ternyata, tidak demikian.
Istilah ini mengacu pada orang yang telah menamatkan pendidikan tinggi, baik di tingkat diploma atau sarjana.
Pada umumnya, batasan waktu untuk istilah ini adalah dari lulus hingga tiga tahun setelah kelulusan.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan fresh graduate agar lebih siap membangun karier.
1. Berani Mencoba Berbagai Pengalaman
Anda dapat mengikuti program magang, mengambil pekerjaan freelance, bergabung dalam proyek pribadi, menjadi relawan, atau mencoba berbagai pekerjaan sesuai minat.
2. Kenali Potensi dan Minat Diri
Luangkan waktu untuk mengenali kekuatan, minat, dan kemampuan. Bidang tidak harus selalu sesuai dengan jurusan kuliah.
Sementara itu, bagi yang ingin berkarier sesuai jurusan, memperbanyak pengalaman organisasi, penelitian, maupun kegiatan relawan juga dapat meningkatkan kompetensi.
3. Susun Target Karier
Memiliki tujuan akan membuat perjalanan karier lebih terarah. Mulailah dengan sasaran sederhana yang realistis untuk jangka pendek, kemudian tingkatkan secara bertahap.
4. Jangan Berhenti Belajar
Fresh graduate perlu terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan, webinar, seminar, kursus online, membaca buku, maupun mengikuti perkembangan tren di bidang yang diminati.
5. Temukan Mentor
Memiliki mentor dapat mempercepat proses belajar dalam dunia kerja. Mentor biasanya merupakan orang yang telah berpengalaman.
6. Perluas Jaringan Profesional
Fresh graduate dapat mulai membangun jaringan melalui media sosial profesional seperti LinkedIn, mengikuti seminar, workshop, job fair, komunitas, hingga organisasi profesi.
7. Perhatikan CV
Tidak perlu memasukkan seluruh pengalaman. Pilih pengalaman, organisasi, pelatihan, sertifikat, maupun keterampilan yang paling relevan.
Selain isi, desain CV juga perlu Anda sesuaikan dengan bidang pekerjaan. CV yang ringkas, mudah dibaca, dan menunjukkan kompetensi yang sesuai akan meningkatkan peluang.
Lia merupakan lulusan dari sebuah perguruan tinggi di Purwokerto. Dia lulus tahun lalu.
Di awal mencari pekerjaan, dia merasakan banyak tantangan. Menurutnya, jurusan kuliah yang dia ambil, pertanian, tidak relevan dengan banyak pekerjaan.
Selain itu, dia juga merasa pengalaman magang dan keaktifan dalam berbagai kegiatan kampus menjadi kekurangan. Dia tak memiliki cukup pengalaman dan tidak begitu aktif.
Sebenarnya, Lia berharap dapat meraih pekerjaan impian sebagai penyuluh pertanian atau memberikan edukasi pada masyarakat tentang lingkungan.
Namun, pekerjaan pertama setelah lulus kuliah ternyata di sebuah bank. Dia bertahan di sana hingga awal 2026.
Kini, dia bekerja di sebuah lembaga Pendidikan. Lagi-lagi, pekerjaannya tak sesuai dengan pendidikan yang dia tempuh.
Meski demikian, Lia tetap merasa ada ilmu saat kuliah yang dia praktikkan dalam pekerjaannya sekarang.
Ilmu di luar hal akademis, seperti public speaking atau riset, menjadi bekal Lia menjalani tanggung jawab di tempat bekerja.
Kisah Lia mungkin bukan hal baru. Banyak fresh graduate mengalami tantangan serupa.
Kesediaan Lia untuk menerima tantangan yang tak sesuai dengan jurusan kuliah membuka jalan. Lia tak hanya bekerja, melainkan juga belajar hal-hal baru.
Nah, fresh graduate, siapkah Anda menerima tantangan?***