
SERAYUNEWS – Tren fashion terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun, bahkan kini pergerakannya terasa semakin cepat.
Memasuki 2026, dunia mode global diperkirakan akan mengalami pergeseran besar menuju ekspresi diri yang lebih berani, personal, dan artistik.
Gaya yang sebelumnya cenderung minimalis dan seragam, kini berkembang menjadi tampilan yang lebih beragam, penuh karakter, serta menonjolkan identitas masing-masing individu.
Fashion tidak lagi sekadar mengikuti arus, melainkan menjadi medium untuk mengekspresikan kepribadian, emosi, dan sudut pandang pemakainya.
Melansir dari id.alongwalker.co, berdasarkan laporan Pinterest Predicts 2026 yang dikutip oleh Glamour UK, laju perubahan tren fashion saat ini bergerak sekitar 4,4 kali lebih cepat dibandingkan tujuh tahun lalu.
Percepatan ini dipengaruhi oleh algoritma media sosial, dinamika ekonomi global, serta kejenuhan publik terhadap gaya busana yang monoton dan berulang.
Salah satu gaya yang diperkirakan mencuri perhatian pada 2026 adalah poetcore. Tren ini memadukan kesan klasik, intelektual, dan puitis melalui pilihan busana seperti blazer bernuansa vintage, turtleneck longgar, dasi, bros, hingga tas berukuran besar.
Minat terhadap gaya ini tercermin dari meningkatnya pencarian kata kunci “poet aesthetic” di Pinterest. Para pengamat mode menilai, kemunculan poetcore merupakan respons terhadap ritme kehidupan digital yang serba cepat.
Gaya ini menghadirkan kesan tenang, reflektif, dan berkelas, seolah mengajak pemakainya untuk melambat dan lebih menikmati proses.
Aksesori klasik seperti bros dan perhiasan antik pun kembali diminati sebagai simbol keunikan dan identitas personal.
Mengacu pada laporan Glamour UK, warna cool blue diprediksi menjadi palet utama di tahun 2026.
Nuansa biru dingin ini hadir pada busana, aksesori, hingga riasan wajah dengan efek frosted yang memberikan kesan modern, bersih, dan futuristik.
Di saat yang sama, detail renda juga kembali mendapat tempat. Berbeda dengan kesan klasik yang berat, renda kini diolah dalam desain yang lebih ringan, kontemporer, dan romantis.
Aksen ini banyak diaplikasikan pada gaun, atasan, hingga layering outfit untuk menciptakan sentuhan lembut tanpa terlihat kuno.
Batasan berbasis gender dalam dunia fashion kian memudar. Pada 2026, pilihan busana diperkirakan semakin ditentukan oleh kenyamanan dan ekspresi diri, bukan lagi oleh label pria atau wanita.
Item seperti kaus oversized, kemeja kasual, blazer bernuansa netral, serta celana potongan lurus diprediksi akan semakin populer di berbagai kalangan.
Tren ini mencerminkan perubahan cara pandang terhadap fashion sebagai ruang inklusif, di mana setiap orang bebas mengeksplorasi gaya tanpa terikat norma atau stigma tertentu.