
SERAYUNEWS- Tren harga emas saat Bulan Suci Ramadan 2026 kembali menjadi sorotan.
Menjelang bulan suci, masyarakat mulai memantau pergerakan logam mulia, baik untuk investasi, kebutuhan dana darurat, hingga pembelian perhiasan keluarga.
Lalu, berapa harga emas menjelang Ramadan 2026? Apakah momentum ini membuat harga melonjak atau justru terkoreksi?
Melansir laman Gadai Harta, berikut ulasan selengkapnya:
Berdasarkan proyeksi kalender Hijriah 1447 H, awal Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.
Sejumlah rujukan kalender nasional memprediksi 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, sementara Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026.
Momentum 3-4 minggu sebelum Ramadan biasanya memicu peningkatan aktivitas ekonomi. Dampaknya terhadap harga emas jelang puasa cukup terasa karena:
Kebutuhan likuiditas rumah tangga meningkat.
Sebagian masyarakat mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas.
Ada pula yang menjual emas (buyback) untuk kebutuhan konsumsi Ramadan.
Permintaan perhiasan dan logam mulia cenderung naik.
Kombinasi faktor tersebut membuat pasar emas domestik lebih dinamis dan rentan fluktuasi.
Mengacu pada data pasar per Rabu, 28 Januari 2026, berikut harga emas per gram terbaru dari beberapa produsen populer di Indonesia:
Sementara itu, harga buyback (jual kembali) tercatat sebagai berikut:
Perbedaan harga jual dan buyback (spread) ini penting diperhatikan. Spread yang lebar bisa mengurangi potensi keuntungan dalam jangka pendek.
Beberapa faktor utama yang mendorong pergerakan harga emas menjelang Ramadan 2026 antara lain:
1. Harga Emas Dunia
Harga emas global masih berada dalam fase penguatan agresif. Ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, dan inflasi menjadi pendorong utama.
2. Nilai Tukar Rupiah
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat mengerek harga emas domestik, meskipun harga dunia stagnan.
3. Suku Bunga Global
Kebijakan suku bunga bank sentral, terutama Amerika Serikat, memengaruhi minat investor terhadap emas.
4. Permintaan Domestik
Menjelang Ramadan, permintaan emas fisik di Indonesia cenderung meningkat, baik untuk investasi maupun perhiasan.
Sejumlah analis memproyeksikan emas masih memiliki peluang bertahan di level tinggi sepanjang 2026. Dalam skenario tertentu, harga emas berpotensi berada di kisaran di atas Rp2.900.000 per gram selama Ramadan 2026.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai:
Artinya, tren jangka panjang terlihat positif, tetapi pergerakan jangka pendek tetap dinamis.
Agar tidak terjebak “beli di pucuk”, pertimbangkan beberapa langkah berikut:
1. Pantau harga emas harian dan bandingkan antarprodusen.
2. Perhatikan spread harga beli dan buyback.
3. Gunakan strategi cicil atau pembelian bertahap (averaging).
4. Tentukan tujuan investasi: jangka pendek atau panjang.
Momentum Ramadan memang sering meningkatkan aktivitas pasar emas, tetapi keputusan finansial tetap harus berbasis perencanaan matang.
Menjelang Ramadan, kebutuhan dana cenderung meningkat. Saat harga emas bergerak naik-turun, keputusan cepat dan tepat menjadi kunci.
Jika Anda ingin mengoptimalkan aset emas atau membutuhkan akses dana yang fleksibel tanpa prosedur rumit, Anda bisa mempertimbangkan solusi pembiayaan sesuai kebutuhan.
Pastikan memilih layanan terpercaya dan transparan agar rencana keuangan Ramadan tetap terkendali.
Tren harga emas menjelang Ramadan 2026 menunjukkan dinamika yang cukup kuat. Dengan kombinasi faktor global dan domestik, harga berpotensi tetap tinggi namun fluktuatif.
Investor disarankan memantau pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi agar tidak salah momentum.