
SERAYUNEWS- Di tengah meningkatnya kesadaran akan hidup sehat, metode memasak kembali menjadi perhatian utama. Salah satu yang kini mencuri perhatian adalah makanan kukusan.
Bukan sekadar tren sesaat, pola makan berbasis kukus dan rebus diprediksi akan terus berkembang hingga 2026, terutama di kalangan perempuan yang ingin menjaga kesehatan secara menyeluruh tanpa diet ekstrem.
Berbeda dengan makanan gorengan yang tinggi lemak dan kalori, teknik mengukus dinilai mampu mempertahankan nutrisi alami makanan.
Tak heran, semakin banyak perempuan beralih ke metode ini demi tubuh lebih bugar, kulit lebih sehat, dan hormon yang lebih seimbang.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Mengukus merupakan salah satu teknik memasak paling minim risiko kehilangan nutrisi.
Vitamin sensitif panas seperti vitamin C, vitamin B kompleks, serta antioksidan tetap terjaga karena makanan tidak bersentuhan langsung dengan minyak atau suhu ekstrem.
Profesor Epidemiologi dan Nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Walter Willett, menyebut bahwa metode memasak sederhana seperti mengukus berperan besar dalam menjaga kualitas gizi makanan, khususnya pada sayuran dan protein nabati.
Selain itu, tanpa tambahan minyak berlebih, sistem pencernaan tidak perlu bekerja ekstra. Energi tubuh pun lebih stabil, sangat cocok bagi perempuan dengan aktivitas padat dan tingkat stres tinggi.
Manfaat makanan kukusan tidak berhenti pada kesehatan tubuh, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi kulit.
Sayuran kukus seperti brokoli, labu, wortel, dan ubi jalar mengandung vitamin A dan C yang berperan penting dalam produksi kolagen alami.
Asupan kolagen yang optimal membantu menjaga elastisitas kulit, mengurangi garis halus, dan memberikan efek cerah alami dari dalam.
Inilah alasan mengapa banyak perempuan kini menyadari bahwa kulit sehat tidak hanya berasal dari skincare mahal, melainkan dari pola makan yang tepat dan konsisten.
Perempuan kerap mengalami perubahan fisik dan emosional menjelang serta selama menstruasi. Konsumsi makanan kukusan terbukti lebih ramah bagi tubuh dalam fase ini.
Protein dari ikan kukus, tahu, tempe, dan telur rebus lebih mudah dicerna serta rendah lemak jenuh. Kandungan omega-3 pada ikan kukus diketahui membantu mengurangi peradangan, yang berpotensi meredakan nyeri haid dan menjaga kestabilan hormon.
Tak hanya itu, makanan kukusan membantu mencegah lonjakan gula darah yang sering memicu perubahan mood selama PMS. Tubuh pun terasa lebih ringan dan emosi lebih terkendali.
Masalah pencernaan seperti kembung dan rasa tidak nyaman sering dialami perempuan, terutama saat stres atau perubahan hormon.
Tekstur makanan kukusan yang lembut memudahkan proses pencernaan dan mendukung kerja usus secara optimal.
Serat alami dari sayuran kukus berperan besar dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus. Usus yang sehat berkontribusi langsung pada sistem imun, suasana hati, hingga tingkat energi harian.
Makanan kukusan cenderung rendah kalori sehingga membantu menjaga berat badan secara alami.
Tanpa proses penggorengan, jumlah kalori bisa ditekan hingga 30–40 persen lebih rendah dibandingkan makanan goreng.
Sayuran hijau kukus juga mendukung penyerapan kalsium yang optimal, nutrisi penting untuk menjaga kepadatan tulang.
Hal ini menjadi semakin krusial bagi perempuan yang memasuki fase perimenopause dan menopause.
Ahli gizi RS Abdi Waluyo, Nathania Sutisna, memprediksi tren makanan rebusan dan kukusan akan terus berlanjut hingga 2026. Menurutnya, masyarakat Indonesia kini semakin sadar akan dampak negatif makanan tinggi minyak.
Namun, ia menekankan pentingnya keseimbangan gizi. Menu kukusan tetap harus mengandung karbohidrat, protein, dan sayur sesuai panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan.
Contohnya, ubi kukus sebagai pengganti nasi sebaiknya dikombinasikan dengan telur rebus, ikan kukus, serta sayuran hijau agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi.
Bagi yang ingin memulai gaya hidup ini, beberapa menu sederhana yang mudah diterapkan antara lain:
1. Ubi jalar kukus
2. Brokoli dan wortel kukus
3. Labu kukus
4. Ikan kukus dengan bumbu rempah
5. Telur rebus
6. Tempe dan tahu kukus
Kombinasi bahan tersebut membantu meningkatkan asupan antioksidan, asam folat, menjaga hormon, serta meningkatkan energi dan kesehatan kulit secara alami.
Makanan kukusan bukan sekadar tren, melainkan investasi kesehatan jangka panjang bagi perempuan.
Dengan nutrisi lebih terjaga, pencernaan lebih ringan, hormon lebih seimbang, serta kulit lebih sehat, metode memasak ini layak menjadi bagian dari gaya hidup modern.