
SERAYUNEWS- Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan melaksanakan uji coba penutupan Jembatan Serayu pada Jumat, 12 Juni 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan proyek perbaikan Jembatan Serayu, sekaligus untuk mengukur dampak rekayasa lalu lintas terhadap mobilitas masyarakat.
Uji coba penutupan ini diperkirakan akan memengaruhi ribuan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur penghubung strategis antara wilayah Banyumas, Rawalo, Patikraja, hingga Purwokerto.
Karena itu, masyarakat diminta menyesuaikan waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh petugas. Informasi tersebut diumumkan secara resmi oleh Dishub Kabupaten Banyumas melalui media sosial.
Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa uji coba dilakukan guna mengetahui kondisi arus lalu lintas selama pekerjaan perbaikan jembatan berlangsung.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, uji coba penutupan Jembatan Serayu akan dilaksanakan dalam dua sesi pada hari yang sama.
Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Sementara sesi kedua dijadwalkan mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
Pemilihan dua waktu tersebut bukan tanpa alasan. Selain mencakup jam aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, petugas juga dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perubahan arus lalu lintas pada pagi hingga sore hari.
Data yang diperoleh selama uji coba nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pola rekayasa lalu lintas selama pekerjaan fisik perbaikan Jembatan Serayu berlangsung.
Jembatan Serayu selama ini menjadi salah satu infrastruktur penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas. Setiap hari, jembatan tersebut dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan logistik, hingga bus antarkota.
Karena memiliki peran strategis, setiap gangguan terhadap akses Jembatan Serayu berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah ruas jalan alternatif.
Oleh sebab itu, pemerintah memilih melakukan simulasi penutupan terlebih dahulu agar dampak yang mungkin muncul dapat dipetakan secara lebih akurat sebelum pekerjaan perbaikan dilakukan secara penuh.
Untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan pergerakan kendaraan angkutan, Satlantas Polresta Banyumas telah menyiapkan dua rute utama yang dapat digunakan selama penutupan berlangsung.
Rute pertama diperuntukkan bagi kendaraan besar yang datang dari arah barat maupun selatan Banyumas. Kendaraan dapat melintas melalui: Simpang 4 Buntu-Rawalo-Patikraja-Purwokerto
Jalur ini memanfaatkan Jalan Raya Buntu dan Jalan Jenderal Sudirman yang selama ini menjadi salah satu koridor utama lalu lintas di wilayah tersebut.
Alternatif kedua diarahkan melalui: Simpang Klampok-Purbalingga-Sokaraja– Purwokerto. Rute ini direkomendasikan untuk kendaraan sumbu dua ke atas, truk logistik, maupun bus antarkota yang biasa melintasi kawasan Banyumas.
Dengan pembagian jalur tersebut, petugas berharap tidak terjadi penumpukan kendaraan pada satu titik tertentu selama masa uji coba berlangsung.
Sementara itu, kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi berukuran kecil diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif melalui: Banyumas-Mandirancan- Patikraja-Purwokerto.
Jalur ini dinilai cukup efektif untuk mengakomodasi pergerakan masyarakat lokal yang biasa melintasi Jembatan Serayu setiap hari.
Selain membantu mengurangi kepadatan di sekitar lokasi penutupan, jalur tersebut juga diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi dan perjalanan warga selama masa perbaikan jembatan.
Dishub Kabupaten Banyumas mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang selama pelaksanaan uji coba.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:
· Mengatur jadwal perjalanan lebih awal.
· Menggunakan jalur alternatif yang telah ditetapkan.
· Mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan.
· Mengutamakan keselamatan serta ketertiban berlalu lintas.
Petugas juga akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu mengarahkan kendaraan dan meminimalkan potensi kemacetan.
Meski mendukung upaya perbaikan Jembatan Serayu, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi jalur alternatif yang akan digunakan selama penutupan.
Dalam kolom komentar unggahan Dishub Banyumas, beberapa warga menyoroti kondisi portal pembatas kendaraan di kawasan pertigaan Gareng dan Mandirancan yang disebut roboh.
Mereka khawatir kendaraan berat akan memanfaatkan jalur yang seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan kecil sehingga berpotensi mempercepat kerusakan jalan.
Kekhawatiran tersebut muncul karena ruas jalan alternatif dinilai belum sepenuhnya siap menampung lonjakan kendaraan, terutama kendaraan berat dengan muatan berlebih.
Selain persoalan portal, warga juga menyoroti masih maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintas di sejumlah ruas jalan Banyumas.
Mereka meminta pemerintah daerah, kepolisian, serta instansi terkait untuk memperketat pengawasan terhadap dump truck bermuatan berat yang kerap melintas di jalur Pakunden–Banyumas–Mandirancan–Patikraja.
Menurut warga, keberadaan truk dengan muatan berlebih tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Beberapa komentar bahkan meminta agar portal dijaga secara aktif pada jam-jam tertentu, terutama ketika dump truck pengangkut material dari arah Banjarnegara menuju Banyumas mulai beroperasi.
Permintaan tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap keamanan dan kelayakan jalur alternatif yang akan digunakan selama penutupan Jembatan Serayu.
Pelaksanaan uji coba penutupan Jembatan Serayu bukan sekadar simulasi lalu lintas biasa. Kegiatan ini menjadi tahap penting untuk memastikan proyek perbaikan jembatan dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang lebih besar bagi masyarakat.
Melalui evaluasi hasil uji coba, pemerintah dapat mengetahui titik-titik rawan kemacetan, efektivitas jalur alternatif, hingga kesiapan infrastruktur pendukung lainnya.
Partisipasi masyarakat dalam mematuhi rekayasa lalu lintas dan mengikuti arahan petugas juga menjadi faktor penting agar proses perbaikan dapat berlangsung lancar dan tepat waktu.
Dengan persiapan yang matang, perbaikan Jembatan Serayu diharapkan mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat Banyumas dalam jangka panjang.