
SERAYUNEWS — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menegaskan eksistensinya di level nasional. Pada ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2025, UMP berhasil meraih predikat Terbaik 4 Perguruan Tinggi Paling Aktif, sekaligus mengukuhkan konsistensi kampus dalam pembinaan organisasi kemahasiswaan.
Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan UMP dalam mengembangkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) secara berkelanjutan dan terstruktur.
Ketua Tim Taskforce PPK Ormawa UMP, Dini Nur Afifah, M.Eng, menyebut tahun 2025 sebagai momentum bersejarah setelah UMP konsisten mengikuti program Abdidaya selama empat tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur. Setelah empat tahun mengikuti Abdidaya PPK Ormawa, akhirnya pada tahun 2025 UMP berhasil menembus penghargaan Terbaik 4 Perguruan Tinggi Paling Aktif. Tahun 2024 lalu, dari tiga tim ormawa yang diundang ke Abdidaya di Universitas Udayana, UMP meraih satu kategori Ormawa Tervisioner oleh IMM Farmasi. Tahun ini, alhamdulillah kami mampu meraih lima penghargaan sekaligus,” katanya, Kamis (08/01/2025).
Keberhasilan ini menandai peningkatan kualitas pembinaan mahasiswa dan daya saing UMP di tingkat nasional.
Pada Anugerah Abdidaya Ormawa 2025, UMP memborong lima kategori penghargaan, yaitu:
Raihan ini memperkuat posisi UMP sebagai kampus dengan ekosistem kemahasiswaan yang produktif dan kompetitif.
Anggota Tim Taskforce PPK Ormawa, Ragil Setiyabudi, M.Kes (Epid), menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas unit di lingkungan kampus.
“Hasil ini tentu tidak jauh dari dukungan Ormawa pengusul, tim pelaksana, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dosen pendamping, Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Tim Taskforce PPK Ormawa, serta pimpinan universitas. Dukungan tersebut diberikan secara menyeluruh, baik material maupun nonmaterial, mulai dari tahap pra-pendanaan, pendanaan, pasca-pendanaan, hingga Abdidaya PPK Ormawa,” kata dia.
Sinergi tersebut memungkinkan proses pendampingan berjalan efektif dari tahap perencanaan hingga implementasi program di masyarakat.
UMP menerapkan sistem pendampingan maraton yang dimulai bahkan sebelum kementerian merilis program secara resmi. Strategi ini memastikan ide dan sub-proposal mahasiswa selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Selain itu, UMP melibatkan para pakar untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dan dosen pendamping. Proses monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan secara rutin setiap bulan untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan program di desa sasaran.
Ragil berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan UMP.
“Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan semakin banyak prestasi mahasiswa UMP, khususnya dalam program hibah kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa dan ormawa untuk menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat, sehingga UMP mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata dia.