Senin, 5 Desember 2022

Warga Keluhkan Fasilitas Umum yang Belum Ramah bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Banyumas

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Banyumas, David Kurniawan. (Shandi Yanuar/Serayunews)

Warga di Kabupaten Banyumas mengeluhkan fasilitas umum yang belum ramah pada penyandang disabilitas. Mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk penyandang disabilitas khususnya bagi penyandang tuna daksa yang menggunakan kursi roda di wilayah kantor pemerintahan maupun swasta.


Purwokerto, serayunews.com

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Banyumas, David Kurniawan salah satu yang melontarkan keluhan tersebut. Sebab, menurutnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas masih sangat rendah bagi para penyandang disabilitas.

“Terutama bagi mereka yang datang ke tempat umum, perkantoran yang ada di Kabupaten Banyumas. Kami sudah sering menyuarakan hal ini beberapa tahun lalu hingga awal November 2022 ini,” kata dia, Rabu (2/11/2022).

David menyindir penyandang disabilitas baru dianggap ketika masa kampanye. Saat kampanye, banyak pihak atau orang-orang yang mengaku peduli dengan penyandang disabilitas.

“Namun, ketika kita mengikuti Musrenbang kita dianggap sebagai masalah, padahal kita bukan masalah. Saya pernah mengkritisi Pak Husein (Bupati Banyumas, red) tahun 2019, saat musrenbang di Pendapa Si Panji. Pak Husein mengundang saya, dan saya kondisi seperti ini (menggunakan kursi roda), masa iya sekelas kabupaten tidak bisa membuat ram dadakan pakai besi. Saya terakhir ke pendapa memang sudah ada jalur kursi roda tapi belum ada pegangan tangannya,” ujarnya.

Padahal dengan adanya fasilitas dan aksebilitas bagi difabel yang memadai, difabel bakal lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

“Jika memang hendak memberi aksesibilitas bagi difabel, bisa melibatkan kami. Sehingga kami bisa memberikan masukan dan fasilitas itu bisa kami gunakan dan dapat menunjang mobilitas kami,” kata dia.

Berita Terpopuler

Berita Terkini