
CILACAP, SERAYUNEWS – Sebuah warung jajanan di Jalan Citra Jaya, Dusun Karangbawang, Desa Jepara Wetan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, terbakar pada Kamis (13/8/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian menyambar bensin di sekitar lokasi.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan warung milik Setya Ningsih (50) mengalami kerusakan akibat dilalap api. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 11.20 WIB. Saat itu, seorang warga yang sedang menyapu di dalam rumah mendengar suara seperti kayu terbakar dari arah depan rumah.
Gatot menjelaskan, warga tersebut kemudian keluar untuk memastikan sumber suara. Saat berada di luar rumah, saksi melihat kepulan asap disertai kobaran api yang sudah cukup besar dari warung di depan rumah.
“Saksi mendengar suara pletikan dari arah depan rumah. Setelah keluar, terlihat asap dan api sudah besar dari warung milik korban,” kata Gatot.
Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu didengar warga sekitar, termasuk saksi lainnya. Warga langsung berdatangan ke lokasi dan berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api semakin membesar. Salah seorang warga akhirnya menghubungi Pos Damkar Kroya untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
Laporan kebakaran diterima Pos Damkar Kroya sekitar pukul 11.32 WIB. Petugas langsung menyiapkan perlengkapan keselamatan dan bergerak menuju lokasi.
“Setelah laporan diterima, petugas Pos Damkar Kroya langsung meluncur ke lokasi. Respons time sekitar delapan menit,” jelas Gatot.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Proses kemudian dilanjutkan dengan overhaul, yakni pemeriksaan dan pembongkaran bagian-bagian tertentu yang berpotensi masih menyimpan bara api.
Berdasarkan laporan awal, api diduga berasal dari bagian depan warung akibat korsleting listrik. Percikan listrik kemudian diduga menyambar bensin yang berada di sekitar lokasi sehingga api dengan cepat membesar dan membakar warung.
Gatot mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama di bangunan yang digunakan untuk berjualan. Warga juga diminta tidak menyimpan bahan yang mudah terbakar di dekat sumber listrik.
“Perlu kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan bahan mudah terbakar. Jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera lakukan langkah pengamanan dan hubungi petugas,” pungkasnya.