
BANYUMAS, SERAYUNEWS-Universitas Terbuka (UT) Purwokerto mengadakan acara ziarah ke makam Dawuhan yang ada di Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas, Minggu (23/8/2026). Dalam kesempatan itu, Direktur UT Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si singgung inspirasi dari pejuang RM Margono Djojohadikusumo yang juga dimakamkan di kompleks makam Dawuhan.
Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., MSi mengatakan, nilai dari RM Margono Djojohadikusumo terkait kemandirian dan kedaulatan sangat relevan dengan apa yang dilakukan UT Purwokerto saat ini. Dia mengatakan kemandirian ekonomi yang digagas RM Margono Djojohadikusumo melalui pembentukan BNI dan ikut berjuang agar Indonesia bisa merdeka jadi inspirasi bagi UT Purwokerto.

Dia mengatakan, kemandirian dan kedaulatan yang digelorakan UT Purwokerto adalah bagaimana memberikan akses pendidikan semua anak bangsa tanpa terjebak jarak dan wilayah. Kemudian, pendidikan yang terjangkau dan inklusif, bisa menyentuh semua lapisan masyarakat.
“Jadi nilai yang diperjuangkan Raden Mas Margono Djojohadikusumo relevan dengan Universitas Terbuka Purwokerto,” katanya.
Diketahui, RM Margono Djojohadikusumo adalah pendiri dari BNI dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung yang pertama. RM Margono Djojohadikusumo juga merupakan kakek dari Presiden Prabowo Subianto.
Di makam Dawuhan sendiri dimakamkan tokoh-tokoh penting dan pejuang Banyumas. Selain RM Margono Djojohadikusumo, ada juga makam Djaka Kahiman yang merupakan pendiri atau Adipati pertama Banyumas. Ada juga makam Tumenggung Yudhanegara II yang pernah menjadi Bupati Banyumas.
Ada juga makam Tumenggung Dipayuda yang merupakan tokoh dan bangsawan Banyumas. Ada juga makam tokoh lain seperti R. Adipati Tjakrawedana, R. Adipati Tjakranegara (I, II, III), Syech Abdurrahman bin Hasanuddin Al Bantani, Nyai Ajeng Kemasan, Raden Ayu Tumenggung Kartanegara II.
Dalam acara ziarah tersebut hadir juga perwakilan dari Universitas Jenderal Soedirman dan UIN Jakarta. Selain itu, hadir juga Ketua Paguyuban Serulingmas yakni Wisnu Suhardono.

Dalam kesempatan itu, Wisnu mengatakan bahwa pihaknya sudah 1,5 tahun memperjuangkan RM Margono Djojohadikusumo untuk bisa menjadi pahlawan nasional. Usaha itu sudah mendekati nyata karena baru-baru ini Pemprov Jateng mengusulkan RM Margono Djojohadikusumo dan KH Soleh Darat sebagai pahlawan nasional.
Wisnu mengatakan bahwa pihaknya akan menyempurnakan data RM Margono Djojohadikusumo sesuai dengan persyaratan dari Kementerian Sosial. Bahkan pihak Serulingmas akan ke Belanda untuk mendapatkan data-data RM Margono Djojohadikusumo. Sebab RM Margono Djojohadikusumo pernah hidup di Belanda. “Jadi data-data akan kami sempurnakan,” katanya.

Kepala Desa Dawuhan Ruswanto mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang datang dalam acara tersebut. Dia juga berharap acara dalam rangka ziarah tersebut bisa memberikan keberkahan pada semua, khususnya pada warga Dawuhan.
Diketahui, acara ziarah ke makam Dawuhan adalah acara yang berangkaian dengan halaqah yang juga akan dilaksanakan UT Purwokerto. Acara halaqah akan dilaksanakan di lantai 4 UT Purwokerto pada Senin (24/8/2026).