
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Wakil Bupati Banyumas sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Banyumas, Dwi Asih Lintarti, meninjau kondisi siswa MAN 2 Banyumas yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan, termasuk menu MBG.
Hingga Rabu (12/8/2026) pukul 09.00 WIB, tercatat 165 siswa mengalami keluhan sakit dari 219 orang yang telah mengisi pendataan melalui Google Form.
Dwi Asih memastikan pemerintah daerah bersama tim terkait terus memantau kondisi siswa dan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Data awal yang dilaporkan pada Senin (10/8/2026) mencatat sebanyak 165 siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, dan diare.
Dari total 1.641 penerima manfaat MBG di MAN 2 Banyumas yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik, sebanyak 219 orang telah masuk dalam pendataan.
Dari jumlah tersebut, 165 siswa mengalami keluhan sakit. Sebanyak 61 siswa telah dinyatakan sembuh, sedangkan 104 siswa masih mengalami sakit. Sementara itu, 54 orang lainnya tidak mengalami keluhan.
“Dari total 1.641 penerima manfaat MBG di MAN 2 Banyumas yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik, sebanyak 219 orang telah masuk dalam pendataan melalui Google Form. Dari jumlah tersebut, tercatat 165 siswa mengalami keluhan sakit, 61 di antaranya telah dinyatakan sembuh, sementara 104 siswa masih dalam kondisi sakit. Sedangkan 54 orang lainnya tidak mengalami keluhan,” katanya.
Dalam penanganan awal, tim menerima laporan mengenai kondisi sejumlah makanan yang dikonsumsi siswa.
Menu yang menjadi perhatian antara lain sayur pokcoy jagung dan ayam woku. Sejumlah makanan dilaporkan memiliki bau atau rasa yang kurang baik. Sayur pokcoy juga dilaporkan dalam kondisi berlendir.
Namun, Dwi Asih menegaskan temuan tersebut masih bersifat awal. Pemerintah belum dapat memastikan makanan tersebut sebagai penyebab siswa mengalami keluhan kesehatan.
“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji sampel. Jadi untuk penyebabnya, jangan sampai kita mendahului hasil pemeriksaan. Yang paling penting sekarang adalah memastikan anak-anak yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan dan kondisi mereka terus dipantau,” kata Dwi Asih.
Satgas MBG Banyumas bersama jajaran terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Tim melakukan pendataan terhadap penderita dan populasi berisiko, memberikan konseling dan sosialisasi kepada penderita, serta memantau perkembangan kondisi siswa.
Tim juga telah mendatangi SPPG Mersi 2 bersama camat, Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah unsur terkait.
Dalam kunjungan tersebut, tim mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami ingin penanganannya dilakukan secara cepat, tetapi tetap berdasarkan data dan pemeriksaan yang objektif. Semua informasi yang masuk akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Setelah melakukan peninjauan, Dwi Asih bersama Danrem, Dandim, unsur Forkopimcam, dan OPD terkait menjenguk salah satu siswa yang masih mengalami sakit.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi siswa secara langsung sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.
Dwi Asih menegaskan aspek kesehatan dan keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG.
“Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan anak-anak. Program MBG harus memberikan manfaat, dan makanan yang diberikan harus dipastikan aman, layak, bergizi, serta memenuhi standar kesehatan,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten Banyumas akan terus melakukan koordinasi lintas sektor sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan perkembangan kondisi siswa.
Dwi Asih berharap seluruh siswa yang masih mengalami keluhan segera pulih. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini. Mudah-mudahan anak-anak yang masih sakit segera pulih, dan dari hasil pemeriksaan nanti kita mendapatkan gambaran yang jelas sehingga langkah selanjutnya bisa dilakukan dengan tepat,” kata Lintarti.