
SERAYUNEWS- Buah apel sangat erat hubungan dengan nama dan logo perusahaan teknologi ternama yang bermarkas di Cupertino, yaitu Apple.
Apple juga memiliki logo ikonik buah apel yang tergigit di bagian kanan, yang sering orang sebut juga dengan logo apel kroak.
Hampir setiap orang mengenalinya pada iPhone, MacBook, atau AirPods, tapi sedikit yang tahu alasan sederhana di balik gigitan itu.
Pada tahun 1981, pendiri Apple, Steve Jobs, menjelaskan kepada wartawan dalam sebuah jumpa pers bahwa buah apel terpilih karena kesederhanaannya yang memikat dan maknanya yang mendalam.
“Saya suka apel dan suka memakannya. Akan tetapi, gagasan utama di balik Apple adalah membawa kesederhanaan kepada masyarakat, dengan cara yang paling canggih, itu saja, tidak ada yang lain,” kata Jobs.
Logo pertama Apple sebelum menggunakan gambar buah apel adalah berupa ilustrasi fisikawan terkenal, Sir Isaac Newton, yang sedang duduk di bawah pohon apel.
Logo tersebut berwarna monokrom dengan latar belakang yang indah, lengkap dengan buah apel yang jatuh, seolah memberi inspirasi tentang hukum gravitasi.
Namun, logo ini tidak bertahan lama karena kurang menarik. Ketika dicetak dalam ukuran kecil, gambar tersebut sulit terbaca, dan juga tidak harmonis serta tidak sejalan dengan nilai modern Apple.
Jobs, yang aktif dalam perancangan desain logo, menginginkan sesuatu yang berbeda.
Pada tahun 1977, Jobs bertemu dengan desainer bernama Rob Janoff. Jobs memilih Janoff karena kemampuannya dalam mengubah konsep abstrak menjadi bentuk visual.
Hanya satu pesan yang diberikan Jobs kepada Janoff, “Jangan membuat logo terlihat lucu.”
Selama proses pembuatan, Janoff menciptakan desain tunggal berupa buah apel yang dikelilingi daun kecil yang mengambang di atasnya.
Janoff memilih apel sebagai bentuk dasar karena sederhana dan universal. Ia menambahkan gigitan kecil agar jelas itu apel, bukan ceri atau tomat yang bulat serupa.
“Gigitan itu untuk ukuran supaya orang tahu itu apel, bukan buah lain,” ungkap Janoff dalam wawancara.
Versi awal logo berwarna pelangi, mencerminkan layar berwarna Apple II pertama. Steve Jobs menyukai warna vivid itu karena memicu respons emosional positif. Logo monochrome hitam-putih muncul kemudian saat Apple beralih ke desain minimalis.
Pemilihan apel karena lintas budaya, siapa pun pernah menggigit apel saat makan.
“Itu melintasi budaya. Jika seseorang pernah makan apel, mereka menggigitnya dan paham,” kata Janoff.
Secara metaforis, gigitan simbol menggigit pengetahuan dari komputer Apple.
Logo berevolusi tapi gigitan tetap ikonik. Dari pelangi 1977 ke hitam glossy hari ini, ia mewakili inovasi dan kemewahan. Steve Jobs menolak desain cute, meminta yang timeless.
Logo ini menjadi salah satu paling dikenali global, menyaingi Nike Swoosh atau McDonald’s arches.
Ia membantu Apple dari startup garasi jadi raksasa triliunan dolar. Desain Janoff memakai khidmat 48 tahun lalu masih dipakai, bukti kekuatan kesederhanaan.
Hari ini, logo apel tergigit bukan sekadar gambar. Ia cerita perjuangan Jobs-Wozniak, kreativitas Janoff, dan revolusi digital.***