
SERAYUNEWS – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas kembali menunjukkan hasil positif.
Warga binaan bersama petugas melaksanakan panen sayuran dari kebun luar rutan yang berada di area asimilasi, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan produktif yang tidak hanya memberikan aktivitas positif bagi warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan di bidang pertanian.
Pada panen kali ini, warga binaan berhasil memanen beberapa jenis sayuran yang relatif mudah dibudidayakan, seperti terong, kangkung, dan pare.
Dari kebun tersebut diperoleh hasil panen sebanyak 40 kilogram terong, 30 ikat kangkung, dan 10 kilogram pare.
Kebun asimilasi di Rutan Banyumas memang difokuskan untuk menanam komoditas sayuran yang mudah ditanam, cepat dipanen, serta memiliki manfaat bagi kebutuhan dapur rutan maupun pemberdayaan warga binaan.
Seluruh proses budidaya dilakukan langsung oleh warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian bidang pertanian. Mereka terlibat mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab bagi warga binaan.
“Program pembinaan melalui kegiatan pertanian ini kami dorong agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat. Mereka belajar mulai dari menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya. Harapannya ketika mereka kembali ke masyarakat, keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata dia.
Selain menjadi sarana pembinaan, hasil panen dari kebun asimilasi juga memberikan manfaat langsung bagi operasional rutan.
Sebagian hasil panen dimanfaatkan sebagai bahan makanan untuk menu cadong bagi warga binaan, sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan dapur rutan secara lebih mandiri.
Sementara itu, sebagian hasil panen lainnya dijual ke pasar sekitar. Pendapatan dari penjualan tersebut kemudian digunakan kembali untuk mendukung keberlanjutan program pertanian.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembelian bibit, pupuk, serta perawatan tanaman di kebun asimilasi.
“Kami berupaya agar kegiatan ini berkelanjutan. Hasil penjualan sayuran digunakan kembali untuk perawatan dan pengembangan kebun, sehingga program ini bisa terus berjalan dan hasilnya semakin optimal,” ujarnya.
Bagi warga binaan yang terlibat, kegiatan berkebun menjadi pengalaman berharga selama menjalani masa pembinaan di rutan.
Selain memberikan aktivitas yang positif, program ini juga memberikan keterampilan baru yang bisa dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Salah seorang warga binaan berinisial D (50) yang ikut dalam kegiatan panen mengaku senang dapat terlibat langsung dalam program tersebut.
“Kami merasa senang bisa ikut berkebun. Dari awal menanam sampai panen kami kerjakan bersama. Rasanya bangga ketika melihat hasilnya bisa dimanfaatkan untuk dapur rutan dan juga dijual,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Banyumas terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat, tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, kemandirian, serta harapan baru bagi warga binaan untuk menata masa depan setelah kembali ke tengah masyarakat.