
SERAYUNEWS – Memasuki hari ke-10 Ramadan, artinya kita telah melewati sepertiga awal bulan yang penuh berkah ini.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa 10 hari pertama Ramadan adalah fase turunnya rahmat Allah SWT. Momentum ini sangat tepat untuk memperkuat kembali niat, memperbaiki kualitas ibadah, dan menata hati agar tetap istiqamah hingga akhir Ramadan.
Berikut tiga contoh kultum puasa hari ke-10 Ramadan yang bisa disampaikan setelah salat tarawih, menjelang berbuka, atau dalam kegiatan pesantren dan sekolah. Materinya singkat namun tetap sarat makna.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, hari ini kita telah memasuki hari ke-10 Ramadan. Artinya, kita sedang berada di penghujung fase pertama Ramadan yang dikenal sebagai hari-hari penuh rahmat. Rahmat Allah begitu luas, meliputi seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa adalah latihan hati agar semakin peka terhadap kebaikan. Ketika kita menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, sejatinya kita sedang belajar mengendalikan hawa nafsu.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa.
Takwa inilah yang menjadi tujuan utama Ramadan. Jika setelah 10 hari hati kita masih mudah marah, lisan masih mudah menyakiti, dan ibadah masih terasa berat, maka inilah saatnya evaluasi.
Mari kita manfaatkan sisa Ramadan dengan memperbanyak istighfar, sedekah, dan membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara-saudara yang dirahmati Allah, puasa memiliki keistimewaan tersendiri dibanding ibadah lain. Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya. Ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa.
Memasuki hari ke-10 Ramadan, mari kita bertanya pada diri sendiri: sudahkah puasa kita benar-benar ikhlas? Atau masih ada keinginan dipuji karena rajin ibadah?
Keikhlasan adalah ruh dari setiap amal. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun menjadi tidak bernilai di sisi Allah. Puasa mengajarkan kita beribadah dalam sunyi.
Orang lain mungkin tidak tahu apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak, tetapi Allah Maha Mengetahui.
Karena itu, mari luruskan niat. Jadikan Ramadan sebagai momen memperbaiki hubungan dengan Allah, bukan sekadar rutinitas tahunan. Jika hati kita bersih dan niat kita lurus, insyaAllah setiap rasa lapar dan haus berubah menjadi pahala.
Semoga di hari ke-10 ini, kita termasuk hamba yang mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah, salah satu pelajaran terbesar dari puasa adalah kesabaran. Kita sabar menahan lapar, sabar menahan emosi, dan sabar menjaga lisan. Kesabaran inilah yang menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Hari ke-10 Ramadan menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang. Jangan sampai semangat ibadah justru menurun di tengah jalan.
Ramadan adalah madrasah atau sekolah pembentuk karakter. Jika kita berhasil lulus dari madrasah ini, maka setelah Ramadan pun kita tetap mampu menjaga diri dari perbuatan maksiat.
Sabar dalam puasa juga berarti sabar dalam berbuat baik. Tetap konsisten salat berjamaah, tetap membaca Al-Qur’an walau lelah, tetap bersedekah meski sederhana. Allah tidak menilai besar kecilnya amal, tetapi kesungguhan hati dalam melakukannya.
Mari jadikan Ramadan sebagai titik balik kehidupan. Bukan hanya berubah selama sebulan, tetapi membawa perubahan hingga sebelas bulan berikutnya.
Semoga Allah menerima puasa kita dan menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ketiga contoh kultum di atas bisa disampaikan dalam durasi sekitar 5–7 menit. Intinya sederhana: mengajak jamaah merenung, memperbaiki niat, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Hari ke-10 Ramadan adalah momentum memperkuat fondasi agar ibadah di hari-hari berikutnya semakin maksimal.***