
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Lebih dari tiga dekade mengabdikan diri untuk melestarikan seni tari akhirnya mengantarkan Maryati, seniman asal Kabupaten Banjarnegara, meraih Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2026.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasinya dalam menjaga dan mewariskan budaya kepada generasi muda.
Maryati menerima penghargaan pada kategori Pelestari Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif dalam rangkaian Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah di Magelang.
Bagi Maryati, menari bukan sekadar seni pertunjukan. Sejak mulai menekuni dunia tari pada usia 15 tahun, ia menjadikan seni sebagai bentuk pengabdian untuk menjaga identitas budaya Banjarnegara di tengah perkembangan zaman.
Selama lebih dari 30 tahun, Maryati aktif sebagai penari, koreografer, pembina sanggar seni, hingga pendamping berbagai kelompok kesenian. Ia juga konsisten mengenalkan seni tari kepada anak-anak dan generasi muda sebagai bagian dari upaya regenerasi pelaku budaya.
Dedikasi panjang tersebut membuat namanya dikenal sebagai salah satu koreografer yang konsisten mengangkat kekayaan budaya lokal ke berbagai panggung seni.
Salah satu karya yang paling melekat dengan Maryati adalah Tari Kidung Serayu. Tarian tersebut terinspirasi dari Sungai Serayu yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Banjarnegara.
Melalui karya itu, Maryati menggambarkan hubungan masyarakat dengan Sungai Serayu sekaligus menyampaikan pesan penting tentang pelestarian lingkungan.
Karya tersebut mendapat apresiasi luas dan turut mengharumkan nama Banjarnegara dalam berbagai ajang seni budaya tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sebelum menerima penghargaan tingkat provinsi tahun ini, Maryati juga telah mencatat prestasi nasional. Pada 2014, ia dinobatkan sebagai Penata Tari Terbaik Tingkat Nasional dalam Festival Tari Remaja Nasional di Jakarta.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi dunia seni sekaligus masyarakat Banjarnegara.
Menurutnya, penghargaan itu membuktikan bahwa pelaku budaya di daerah mampu memberikan kontribusi nyata hingga mendapat pengakuan di tingkat provinsi.
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi Ibu Maryati, tetapi juga menjadi kebanggaan Kabupaten Banjarnegara. Beliau telah menunjukkan pengabdian luar biasa dalam melestarikan seni tari selama puluhan tahun melalui karya-karya yang sarat makna sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara akan terus mendukung para pelaku budaya agar tetap berkarya, melakukan regenerasi, serta menjadikan kebudayaan sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah.
“Penghargaan tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang seorang seniman yang memilih bertahan dan terus berkarya di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Kisah Maryati menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen yang dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun.
Lebih dari 30 tahun, ia tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga membina generasi penerus agar seni tari tetap hidup di Banjarnegara.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap penghargaan tersebut mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal, sekaligus memperkuat posisi kebudayaan sebagai daya tarik pariwisata daerah.
Di tengah arus modernisasi, dedikasi Maryati menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat terus hidup melalui karya, kreativitas, dan semangat berbagi kepada generasi berikutnya