
CILACAP, SERAYUNEWS – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cilacap memprediksi panen raya padi akan mencapai puncaknya pada September 2026. Di tengah ancaman musim kemarau yang mulai memicu potensi kekeringan di sejumlah lahan pertanian, pemerintah daerah tetap optimistis target produksi padi dan surplus beras tahun ini dapat tercapai.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, mengatakan proses panen sudah berlangsung di beberapa wilayah.
Namun, karena luas lahan baku sawah di Cilacap mencapai sekitar 67 ribu hektare, masa tanam dan panen tidak berlangsung secara serentak.
Menurut Sigit, sebagian petani di Kecamatan Adipala dan wilayah barat Cilacap telah mulai memanen padi. Sementara di kecamatan lain, tanaman padi masih berada pada fase pertumbuhan sehingga siklus tanam dan panen berlangsung bergantian.
“Karena wilayah Cilacap sangat luas, proses tanam maupun panennya memang tidak serentak. Saat ini ada yang sudah panen, tetapi di daerah lain juga masih ada yang tanam,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Ia memperkirakan puncak panen raya akan terjadi pada September mendatang.
“Kalau panen raya atau sebagian besar panen diperkirakan sekitar bulan September,” ujarnya.
Di balik optimisme menghadapi musim panen, Distan Cilacap mulai mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air irigasi.
Beberapa lahan pertanian diperkirakan akan mulai mengalami kekurangan air dalam beberapa pekan ke depan apabila tidak mendapat tambahan pasokan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian berada di Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, di mana sekitar 30 hektare sawah berpotensi terdampak kekeringan.
“Tanamannya saat ini masih ada air, tetapi diperkirakan beberapa waktu lagi akan mulai kering. Padahal di lokasi itu ada aliran sungai yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah,” ujar Sigit.
Sigit menjelaskan, persoalan utama di wilayah tersebut bukan terletak pada ketersediaan sumber air, melainkan terbatasnya sarana untuk mengalirkannya ke lahan pertanian.
Karena itu, Dinas Pertanian telah mengajukan bantuan alat dan mesin pertanian berupa pompa air kepada Kementerian Pertanian untuk kelompok tani di wilayah terdampak.
Pompa tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyedot air dari sungai sehingga kebutuhan irigasi selama musim kemarau tetap terpenuhi.
Meski terdapat potensi kekeringan di beberapa titik, Distan memastikan kondisi tersebut belum meluas. Mayoritas areal persawahan di Kabupaten Cilacap masih memiliki pasokan air yang memadai untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi.
“Kami berharap kecukupan air selama masa pertumbuhan padi tetap terjaga sehingga produksi tidak terganggu,” katanya.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan, Dinas Pertanian tetap optimistis produksi padi Kabupaten Cilacap tahun ini mampu memenuhi target dan mempertahankan surplus beras yang selama ini menjadi salah satu kekuatan sektor pertanian daerah.
“Insyaallah kami tetap optimistis surplus produksi padi bisa tercapai,” tegas Sigit.