SERAYUNEWS – Portofolio kerja merupakan salah satu elemen penting dalam mencari pekerjaan, karena dapat memberikan gambaran tentang kemampuan dan pengalaman seseorang.
Namun, meskipun portofolio sudah terlihat menarik, ada beberapa kesalahan yang yang dapat mengurangi profesionalisme.
Kesalahan-kesalahan tersebut bisa berdampak pada peluang, sehingga penting untuk memperhatikan setiap detail.
Artikel ini akan membahas empat kesalahan sederhana yang sering terjadi dalam portofolio dan bagaimana cara menghindarinya.
Dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, portofolio akan lebih efektif dalam menarik perhatian recruiter dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.
Portofolio kerja merupakan gabungan dari dua kata, yaitu port yang berarti laporan dan folio artinya lengkap.
Secara sederhana, portofolio adalah dokumen yang memuat laporan lengkap tentang pekerjaan.
Dokumen ini bisa berasal dari individu, organisasi, lembaga, atau perusahaan, dan tersusun secara teratur berdasarkan pekerjaan dalam periode tertentu.
Portofolio memungkinkan untuk melacak perkembangan kinerja dari waktu ke waktu.
Isinya bisa mencakup hasil karya sejak masa kuliah yang bisa tersimpan dalam berbagai platform seperti website, Google Drive, atau YouTube.
Portofolio yang efektif kunci untuk menarik perhatian recruiter. Namun, beberapa kesalahan sederhana dapat mengurangi profesionalisme.
Berikut adalah kesalahan yang harus kamu hindari agar portofolio lebih menarik dan meningkatkan peluang.
Banyak orang hanya menampilkan hasil karya dalam portofolio tanpa memberikan deskripsi jelas. Padahal, recruiter ingin mengetahui proses berpikir, peran dalam proyek, serta dampaknya.
Gunakan format storytelling agar recruiter lebih mudah memahami perjalanan kreatif. Tambahkan deskripsi singkat seperti jenis proyek, peran, tools, dan hasil pencapaian.
Dengan deskripsi yang jelas, portofolio akan lebih menarik dan meningkatkan peluang kamu terima kerja!
Portofolio yang menarik tetapi tanpa kontak yang jelas bisa membuat peluang kerja terlewat. Recruiter perlu tahu cara menghubungi kamu dengan mudah.
Solusinya, sertakan email, WhatsApp, atau media sosial. Jika menggunakan website, tambahkan tombol Hire Me atau Let’s Connect yang mengarah ke email atau LinkedIn.
Dengan informasi kontak yang jelas, recruiter bisa langsung menjangkau kamu!
Menampilkan semua karya tanpa kurasi bisa membuat portofolio terlihat penuh tapi kurang fokus. Recruiter lebih tertarik pada karya yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Solusinya, buat beberapa versi portofolio sesuai target pekerjaan, seperti desain grafis dan content writing.
Pilih karya paling impactful agar menarik perhatian recruiter sejak awal. Dengan portofolio yang terkurasi, peluang diterima kerja jadi lebih besar!
Portofolio yang berantakan bisa membuat recruiter bingung. Tata letak yang tidak rapi, font sulit terbaca, serta warna terlalu ramai dapat mengurangi daya tarik.
Solusinya, gunakan layout simpel dengan bagian yang jelas, seperti profil, daftar proyek, dan kontak.
Pilih font yang nyaman di mata dan gunakan kombinasi warna yang harmonis. Jika menggunakan website, tambahkan menu navigasi agar recruiter mudah menemukan karya kamu.
Menghindari kesalahan tersebut dan memperbaiki portofolio akan meningkatkan peluang penerimaan kerja. Pastikan portofolio terstruktur, jelas, dan mudah diakses.***