
CILACAP, SERAYUNEWS – Proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap memasuki tahapan assessment. Lima pejabat yang telah ditetapkan Komite Talenta mulai mengikuti Uji Kompetensi (Assessment) Talent Scouting Manajemen Talenta Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Tahun 2026 di Aula Meritokrasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026).
Pembukaan assessment dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya. Turut hadir Plt Kepala BKD Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto, para Asisten Sekda Kabupaten Cilacap, jajaran Inspektorat, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses penentuan Sekda definitif yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Cilacap.
Dalam sambutannya, Ammy menegaskan pengisian jabatan Sekda dilakukan melalui mekanisme Manajemen Talenta sebagai implementasi sistem merit di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cilacap, saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berlandaskan merit system,” kata Ammy, Selasa (22/7/2026).
Ia menjelaskan, proses pengisian JPT Pratama Sekda telah memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan persetujuan Menteri Dalam Negeri.
“Perlu saya beritahukan bahwa pengisian JPT Pratama Sekda Kabupaten Cilacap ini telah dilaksanakan melalui Talent Scouting Management Talenta berdasarkan rekomendasi dari BKN serta telah mendapatkan persetujuan Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.
Ammy menambahkan, Kabupaten Cilacap telah menerapkan manajemen talenta sejak 2023. Penerapan tersebut kemudian mendapat persetujuan resmi dari Kepala BKN pada 2025 sebagai bentuk implementasi sistem merit dalam pengelolaan ASN.
Plt Kepala BKD Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto memastikan seluruh tahapan uji kompetensi dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku. Ia menyebut Unit Penilaian Kompetensi (UPENKOM) BKD Provinsi Jawa Tengah juga telah mengantongi akreditasi A.
“Insyaallah kami, UPENKOM, juga sudah berakreditasi A sehingga mekanisme maupun prosedur tahapan-tahapan yang akan kita lakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Dhoni.
Menurutnya, regulasi terbaru mengenai manajemen talenta menempatkan lima indikator sebagai dasar penilaian dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi.
“Dalam PP terbaru tentang Manajemen Talenta, ketika menempatkan seseorang dalam jabatan tertentu ada lima indikator, yaitu kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan rekam jejak,” jelasnya.
Lima pejabat yang mengikuti assessment terdiri dari Annisa Fabriana (Kepala Disdukcapil yang saat ini menjabat Penjabat Sekda), Arida Puji Hastuti (Kepala DPMPTSP), Jarot Prasojo (Kepala Badan Kesbangpol), Sri Murniyati (Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan), serta Taryo (Kepala Pelaksana BPBD).
Seluruh peserta akan menjalani rangkaian seleksi yang meliputi asesmen kompetensi, penyusunan makalah, pemaparan gagasan, hingga wawancara di hadapan Komite Talenta. Hasil dari seluruh tahapan tersebut akan menjadi bahan pemetaan talenta sekaligus dasar dalam penentuan Sekda definitif Kabupaten Cilacap.
Ammy berpesan agar seluruh peserta mengikuti proses seleksi dengan menjunjung tinggi sportivitas, integritas, dan kejujuran. Ia menegaskan seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hasil terbaik.
“Tunjukkan kemampuan terbaik saudara-saudara sekalian. Jaga sportivitas, integritas, kejujuran, fair play. Semuanya masih memiliki kesempatan yang sama. Penilaian nanti menjadi kewenangan panitia uji kompetensi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan Sekretaris Daerah definitif,” ujar Ammy.
Ia juga berharap siapa pun yang nantinya dipercaya menduduki jabatan Sekda mampu menjadi motor penggerak birokrasi dan mengikuti ritme kerja pemerintah daerah yang menurutnya membutuhkan kecepatan, ketepatan, keterukuran, dan transparansi.
“Siapa pun nanti yang terpilih saya harapkan bisa mengikuti ritme kerja saya karena banyak agenda besar dan pekerjaan rumah di Kabupaten Cilacap yang membutuhkan kinerja cepat, tepat, terukur, dan transparan. Saya juga berharap persaingan ini tidak mengurangi kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.