
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Status Gunung Slamet masih berada pada Level II atau Waspada. Meski demikian, masyarakat dan wisatawan masih dapat beraktivitas di kawasan lereng Gunung Slamet selama berada di luar radius 2 kilometer dari kawah puncak.
Gunung Slamet merupakan gunung api yang berada di wilayah lima kabupaten di Jawa Tengah, yakni Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kondisi Gunung Slamet pada pengamatan Sabtu (5/9/2026) terpantau relatif stabil.
Secara visual, puncak Gunung Slamet terlihat jelas hingga kemudian tertutup kabut tipis. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati membumbung sekitar 50–100 meter di atas kawah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang dipantau petugas dalam mengamati aktivitas Gunung Slamet.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar area pengamatan cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang menuju arah selatan.
Suhu udara tercatat berada pada kisaran 20–26,8 derajat Celsius, sedangkan kelembapan mencapai 44–64 persen.
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Slamet, Arif Cahyo Purnomo, juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan selama periode pengamatan.
Catatan kegempaan tersebut meliputi:
Data kegempaan tersebut terus menjadi bagian dari pemantauan aktivitas Gunung Slamet oleh petugas pengamatan gunung api.
PVMBG tetap meminta masyarakat, pengunjung, dan wisatawan mematuhi batas zona bahaya Gunung Slamet.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.
Sementara itu, kawasan permukiman dan objek wisata yang berada di luar radius tersebut masih dapat beraktivitas dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi Gunung Slamet serta rekomendasi resmi dari PVMBG.
Dengan demikian, status Waspada Level II tidak berarti seluruh kawasan Gunung Slamet ditutup. Pembatasan aktivitas saat ini berfokus pada zona radius 2 kilometer dari kawah puncak.
PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Slamet.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal resmi Badan Geologi dan PVMBG.
Informasi resmi penting menjadi acuan, terutama bagi masyarakat yang tinggal, bekerja, maupun berwisata di kawasan lereng Gunung Slamet.