
CILACAP, SERAYUNEWS – Lima pelajar Al Azhar Cilacap mendapat kesempatan membawa nama Indonesia dalam International Youth Conference (IYC) 2026 di Seongnam, Korea Selatan.
Kelima siswa tersebut mengikuti forum internasional yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara.
Selain mengikuti rangkaian kegiatan konferensi, mereka mendapat kesempatan bertukar budaya, berdiskusi, serta membangun jejaring dan kerja sama lintas negara.
Lima pelajar yang menjadi delegasi Indonesia itu yakni Im Lageisia (XII SMA), Aisya Althafunisa Prasetio (XI SMA), Sagita Dhia Syarafana Suwarto (XI SMA), Ramadhan Jibril Laksana Putra (X SMA), dan Anaya Mikhayla Khairina (VII SMP).
Mereka didampingi Chief of Human Capital Officer Al Azhar Cilacap, Diana Mahmudah.
Keikutsertaan lima pelajar tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Cilacap. Apresiasi diberikan dalam acara Welcoming and Ceremony Global Youth Exchange Presentation yang berlangsung di Auditorium Al Azhar Cilacap, Selasa (11/8/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, menilai pengalaman mengikuti forum internasional menjadi bekal penting bagi para pelajar.
Menurutnya, keikutsertaan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Cilacap memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan bersaing di tingkat global.
“Generasi muda Cilacap memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan bersaing di tingkat global. Atas nama Pemerintah Kabupaten Cilacap, saya menyampaikan terima kasih kepada Al Azhar yang telah memberikan warna tersendiri dan terus berkontribusi bagi Cilacap,” ujarnya.
IYC 2026 merupakan penyelenggaraan kelima forum tersebut dengan mengusung tema “Global Zalpha Life”.
Kegiatan berlangsung pada 19–22 Juli 2026 di Seongnam, Korea Selatan. Para peserta mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai keberagaman dan kerja sama lintas budaya.
Rangkaian kegiatan antara lain pelatihan keberagaman budaya, pertukaran budaya, diskusi kelompok, hingga penyusunan proyek konten yang memadukan berbagai budaya global.
Dalam forum tersebut, lima pelajar Al Azhar Cilacap berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenal perspektif baru sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
CEO Al Azhar Cilacap, Laila Kurniati, mengatakan pengalaman internasional menjadi salah satu bagian dari upaya sekolah memperluas wawasan siswa.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik. Siswa juga perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, sekaligus menggali potensi diri.
“Pengalaman internasional seperti IYC menjadi bagian dari upaya Al Azhar Cilacap untuk membuka wawasan siswa terhadap dunia yang lebih luas,” kata Laila.
Upaya memperkenalkan siswa dengan lingkungan global juga dilakukan melalui program volunteer yang kini memasuki tahun kesembilan. Program tersebut melibatkan relawan dari 23 negara yang secara bergantian tinggal di Cilacap selama sekitar 1,5 hingga enam bulan.
Interaksi dengan relawan dari berbagai negara memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal perbedaan budaya sekaligus membangun komunikasi lintas negara.
Melalui berbagai program tersebut, Al Azhar Cilacap mendorong siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk membawa gagasan dan pengalaman dari daerah ke tingkat internasional.
Keikutsertaan lima pelajar dalam IYC 2026 menjadi pengalaman penting bagi mereka untuk mengenal dunia global sekaligus membawa nama Cilacap dan Indonesia dalam forum pemuda internasional.