
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 semakin dekat. Menjelang pelaksanaan kompetisi pada 25-31 Oktober 2026 di Semarang Raya, KONI Jawa Tengah memperketat proses verifikasi dan validasi atlet untuk mencegah munculnya sengketa keabsahan peserta.
Fenomena saling klaim atlet antardaerah kerap muncul menjelang gelaran Porprov. Persaingan untuk mendapatkan atlet terbaik dapat memunculkan persoalan, terutama terkait status mutasi atlet dan administrasi kepesertaan.
Karena itu, KONI Jawa Tengah memastikan seluruh atlet yang telah lolos Porprov Jateng 2026 menjalani pemeriksaan administrasi sebelum dinyatakan sah mengikuti pertandingan.
Ketua KONI Jateng Sujarwanto mengatakan proses entry by name atlet yang lolos Porprov telah ditutup. Namun, KONI masih melakukan pemeriksaan terhadap administrasi seluruh peserta melalui tim Keabsahan Atlet.
Salah satu perhatian utama dalam proses tersebut adalah potensi sengketa mutasi atlet antarwilayah.
“Verifikasi tidak sekadar memeriksa kelengkapan dokumen. KONI Jateng juga memastikan status dan legalitas atlet sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak muncul persoalan ketika pertandingan berlangsung,” katanya.
Menurut Sujarwanto, jika ditemukan klaim atau persoalan administrasi antarkontingen, KONI akan menyelesaikannya melalui proses verifikasi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap atlet yang tampil di Porprov Jateng 2026 memenuhi persyaratan dan memiliki status yang jelas dalam mewakili daerahnya.
Ketua KONI Banjarnegara Nurohman Ahong menilai keabsahan atlet menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan Porprov.
Menurutnya, Porprov merupakan ajang strategis untuk pembinaan olahraga di Jawa Tengah. Karena itu, setiap atlet yang bertanding harus memiliki status dan administrasi yang jelas.
“Ini manjedi bagian penting, bahkan KONI Jateng menyebut penyelesaian persoalan administrasi atlet menjadi salah satu fokus utama menjelang pelaksanaan Porprov. Bersamaan dengan itu, kesiapan venue dan berbagai kebutuhan teknis pertandingan juga terus difinalisasi,” katanya.
Proses verifikasi yang diperketat diharapkan mampu menyelesaikan persoalan administrasi sebelum pertandingan berlangsung. Dengan demikian, persaingan antarkabupaten dan kota dapat berjalan secara adil serta menjunjung tinggi sportivitas.
Selain memperkuat verifikasi atlet, KONI Jawa Tengah juga menyiapkan sistem informasi terintegrasi Si Sakti untuk mendukung penyelenggaraan Porprov Jateng XVII 2026.
Sistem tersebut dirancang untuk mencatat berbagai aktivitas pertandingan dan perkembangan prestasi atlet secara real-time.
Penerapan sistem informasi terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi penyelenggaraan sekaligus mengurangi risiko kesalahan dalam pencatatan data pertandingan dan prestasi atlet.
Porprov Jateng XVII 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan olahraga Jawa Tengah. Kompetisi ini tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi antardaerah, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan dan pematangan atlet menuju level nasional.
Dengan persaingan yang semakin ketat, kepastian status atlet menjadi bagian penting untuk menjaga kredibilitas kompetisi.
KONI Jawa Tengah bersama pengurus provinsi cabang olahraga dan pemerintah kabupaten/kota terus memastikan seluruh atlet yang bertanding telah melalui proses verifikasi dan validasi.
Langkah tersebut diharapkan membuat Porprov Jateng 2026 berlangsung kredibel, kompetitif, adil, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.