
SERAYUNEWS – Hari Bercerita Dongeng diperingati setiap 26 Februari di Amerika Serikat. Cek caption untuk peringatan tersebut.
Momen ini menjadi kesempatan istimewa untuk menghadirkan kembali sisi anak-anak dalam diri Anda, menikmati kisah penuh imajinasi, sekaligus sejenak melarikan diri dari hiruk-pikuk dan “monster” dunia nyata.
Meski bukan hari libur nasional resmi, perayaan ini tetap dirayakan secara luas sebagai ajakan untuk membaca, menceritakan, dan mendengarkan dongeng. Tradisi ini sederhana, tetapi sarat makna.
Hari Bercerita Dongeng dirayakan setiap 26 Februari di Amerika Serikat sebagai bentuk apresiasi terhadap kisah-kisah fantasi yang menemani masa kecil banyak orang.
Dongeng bukan sekadar cerita sebelum tidur. Ia adalah jendela imajinasi yang memperkenalkan nilai moral, keberanian, kejujuran, hingga arti pengorbanan.
Dongeng merupakan cerita fiksi yang sering dibacakan ketika masih kecil. Genre fantasi ini menggambarkan makhluk-makhluk dan negeri khayalan yang ideal dan bahagia dengan plot pertarungan kontras antara perselisihan dan kedamaian, baik dan jahat, moral dan amoral.
Cerita-cerita tersebut juga memiliki kekhasan budaya dan sering kali bertahan melalui tradisi lisan dari generasi ke generasi.
Asal mula Hari Bercerita Dongeng sendiri tidak diketahui secara pasti.
Namun, jika menilik sejarah dongeng, kita akan menemukan jejak panjang tradisi bercerita yang sudah ada sejak zaman Yunani kuno.
Salah satu tokoh yang kerap dikaitkan dengan tradisi dongeng adalah Aesop. Ia dikenal sebagai pendongeng pada abad ke-6 SM yang menciptakan lebih dari 600 cerita pendek bermuatan moral.
Kisah-kisahnya, seperti tentang kura-kura dan kelinci, masih diceritakan hingga kini.
Di tengah era digital, dongeng mungkin terasa klasik. Namun justru di situlah kekuatannya.
Dongeng mengajarkan nilai moral tanpa terasa menggurui. Anak-anak belajar tentang konsekuensi dari tindakan, arti keberanian, dan pentingnya kebaikan melalui tokoh-tokoh imajinatif.
Bahkan bagi orang dewasa, dongeng menghadirkan nostalgia sekaligus pelarian sejenak dari tekanan hidup.
Membaca atau mendengarkan dongeng bisa menjadi aktivitas sederhana untuk membangun kedekatan keluarga, terutama antara orang tua dan anak.
Tak heran, Hari Bercerita Dongeng mendorong semua orang untuk meluangkan waktu membaca atau menceritakan kisah favorit mereka.
Cara Sederhana Merayakan Hari Bercerita Dongeng
Anda tidak perlu acara besar untuk merayakannya. Cukup luangkan waktu membaca satu cerita pendek, mendongeng untuk anak, atau membagikan kutipan kisah favorit di media sosial.
Jika ingin lebih kreatif, Anda bisa membuat sesi membaca bersama keluarga, mengunjungi perpustakaan, atau bahkan menulis dongeng versi Anda sendiri.
Siapa tahu, kisah yang Anda tulis hari ini akan menjadi kenangan indah bagi generasi berikutnya.
Hari Bercerita Dongeng pada 26 Februari menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang semakin kompleks, cerita sederhana tetap memiliki kekuatan luar biasa.***