
SERAYUNEWS – Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir dalam tragedi terseret ombak di Pantai Menganti Kisik, Kabupaten Cilacap.
Korban bernama Adiansyah Putra Setiawan (16) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Sabtu (6/6/2026) pagi.
Dengan ditemukannya Adiansyah, seluruh korban dalam insiden laut yang melibatkan enam remaja tersebut telah ditemukan. Tim SAR Gabungan pun resmi mengakhiri operasi pencarian dan menutup misi SAR.
Peristiwa tragis itu bermula pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB saat enam remaja terseret ombak ketika berada di kawasan Pantai Menganti Kisik, Cilacap.
Dari enam korban, empat remaja berhasil menyelamatkan diri. Mereka adalah Abrar (14), Dania Aditia Pratama (14), Dimas Trianto (13), dan Elev Fahrian Araf (15).
Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Wisnu (14) dan Adiansyah Putra Setiawan (16), dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian Tim SAR Gabungan.
Pada hari kedua operasi pencarian, Jumat (5/6/2026), tim berhasil menemukan Wisnu dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian kemudian dilanjutkan untuk menemukan Adiansyah yang masih belum diketahui keberadaannya.
Kabar yang ditunggu akhirnya datang pada hari ketiga operasi SAR. Sekitar pukul 05.45 WIB, penjaga Pantai Lengkong menemukan Adiansyah dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan pada koordinat 7°41’36.4″S dan 109°03’59.1″E atau sekitar 1,6 kilometer ke arah barat dari lokasi awal korban terseret ombak.
Begitu menerima informasi tersebut, Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya Adiansyah, seluruh korban dalam tragedi laut di Pantai Menganti Kisik berhasil ditemukan.
Dari total enam remaja yang terseret ombak, empat korban selamat dan dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Fajar Wajdi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian selama tiga hari terakhir.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, maka seluruh korban telah berhasil ditemukan. Operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, nelayan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu selama operasi berlangsung,” ujarnya.
Operasi pencarian korban melibatkan berbagai unsur gabungan yang bekerja secara terpadu selama tiga hari.
Tim yang terlibat antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, Polairud Cilacap, Polsek Kesugihan, Koramil Kesugihan, LANAL Cilacap, SAR Arnavat, Bagana Cilacap, Tim Aksi Cepat (TAC) Cilacap, SAR MTA, Baznas, relawan, warga sekitar, hingga nelayan setempat.
Kolaborasi berbagai unsur tersebut menjadi faktor penting dalam proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.