
SERAYUNEWS – Simak caption tentang Hari Peluk Nasional yang diperingati setiap 6 Januari.
Momen ini bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi juga pengingat akan pentingnya sentuhan fisik yang hangat di tengah rutinitas hidup yang padat. Menariknya, penetapan tanggal ini bukan tanpa alasan.
Bulan Januari dikenal sebagai periode dengan suhu dingin di banyak wilayah.
Sehingga, Hari Peluk Nasional diciptakan sebagai cara sederhana untuk saling menghangatkan diri melalui pelukan.
Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, pelukan sering kali menjadi bahasa kasih yang terlupakan.
Padahal, pelukan memiliki makna emosional yang dalam, sekaligus manfaat kesehatan yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Pelukan sudah menjadi bagian dari budaya manusia sejak lama. Bahkan, kata “cuddle” atau “peluk” pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada tahun 1500-an.
Sejak saat itu, pelukan identik dengan rasa aman, kenyamanan, dan kedekatan emosional.
Perkembangan makna pelukan semakin menarik ketika pada 1992, seorang juru bicara autisme di Amerika Serikat bernama Temple Grandin menciptakan mesin peluk.
Inovasi ini dirancang untuk membantu meringankan gejala autisme, khususnya dalam mengelola kecemasan dan tekanan sensorik.
Dari sini, pelukan mulai dipandang bukan hanya sebagai ekspresi emosi, tetapi juga sebagai alat terapi.
Manfaat pelukan kemudian diperkuat oleh berbagai penelitian.
Peneliti dari Universitas North Carolina pada tahun 2003 menemukan bahwa 10 menit berpegangan tangan dan 20 detik berpelukan dapat menurunkan tekanan darah.
Tak hanya itu, detak jantung seseorang yang berada dalam situasi penuh tekanan juga terbukti menurun setelah berpelukan.
Pelukan membantu tubuh melepaskan hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan.
Hormon ini berperan dalam mengurangi stres, meningkatkan rasa percaya, dan memperkuat ikatan emosional antarindividu.
Tak heran jika pelukan kerap dianjurkan sebagai bentuk dukungan emosional yang sederhana, tetapi berdampak besar.
Pada 2015, dunia mencatat sejarah baru dengan digelarnya Konvensi Pelukan atau Cuddle Con pertama di Portland, Oregon.
Acara ini mempertemukan berbagai komunitas untuk merayakan sentuhan manusia secara positif dan aman.
Konvensi ini sekaligus menegaskan bahwa pelukan bukanlah hal sepele, melainkan kebutuhan emosional dasar manusia.
Hari Peluk Nasional bisa dirayakan dengan cara sederhana.
Anda bisa memeluk pasangan, keluarga, sahabat, bahkan hewan peliharaan. Pelukan tidak selalu harus panjang, tetapi harus tulus.
Dalam konteks inilah, banyak orang memilih merayakannya dengan membagikan pesan hangat di media sosial.
Merayakan Hari Peluk Nasional dengan Makna
Di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistis, Hari Peluk Nasional menjadi pengingat bahwa sentuhan manusia tetap penting.
Sebuah pelukan bisa menjadi bentuk dukungan emosional yang sederhana, tetapi sangat berarti bagi orang lain.
Maka, di tanggal 6 Januari ini, jangan ragu untuk berbagi pelukan atau setidaknya pesan hangat kepada orang-orang terdekat Anda.***