
SERAYUNEWS-Longsor yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan jalur wisata Dieng melalui Kecamatan Pejawaran putus total. Saat ini, jalur tersebut ditutup untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun empat.
Penutupan jalur menuju kawasan wisata Dieng ini menyusul adanya longsor yang terjadi di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran dan menyebabkan akses jalan terputus total. Sehingga, pemerintah melakukan penutupan akses jalan tersebut.
Meski begitu, bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan di dataran tinggi Dieng Banjarnegara masih terdapat beberapa jalan lain yang aman untuk dilalui. Pasalnya akses jalan menuju Dieng tidak hanya melalui Pejawaran, tetapi bisa juga melalui Wanayasa, atua jalur lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara, Mohamad Iqbal mengatakan, untuk membantu pengguna jalan dan wisatawan, pihaknya memasang sejumlah rambu penunjuk arah menuju jalur alternatif ke Dieng.
Pemasangan rambu dilakukan agar masyarakat dan wisatawan tetap mudah menemukan akses menuju kawasan wisata Dieng.
“Karena jalur alternatif Banjarnegara–Pejawaran menuju Dieng putus akibat longsor di Desa Ratamba, kami memasang papan penunjuk jalan agar pengguna jalan bisa mengetahui jalur alternatif yang tersedia,” katanya.
Menurutnya, putusnya jalan di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran yang merupakan salah satu akses jalur menuju kawasan objek wisata Dieng banyak dikeluhkan warga. Namun, bagi wisatawan yang ingin menikmati libur lebaran di Dieng, masih banyak jalur lain.
Wisatawan dari arah Banjarnegara bisa memanfaatkan jalur Wanayasa, termasuk akses Kalibening bagi wisatawan yang memanfaatkan tol Pekalongan.
“Jadi akses menuju Dieng itu tidak hanya satu, bisa melalui Wanayasa, Kalibening, bahkan Wonosobo. Untuk memudahkan, kami juga memasang banyak rambu penunjuk arah menuju objek wisata Dieng.
Dia juga menyebutkan jika akses jalur Dieng via Ratamba Pejawaran ini memang sudah putus total akibat pergerakan tanah dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Meski demikian, masih ada jalur alternatif lain yang menghubungkan wilayah Penusupan menuju Kecamatan Batur yang masih bisa dilalui.
“Alternatifnya ada lewat Tieng dan juga lewat Getas. Namun kondisi jalannya sempit dan di beberapa titik cukup ekstrem, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati,” ujarnya.