
SERAYUNEWS-Sedikitnya 87 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Banjarnegara, para mahasiswa ini akan melakukan pengabdian selama 50 hari dan ditempatkan di enam desa pada tiga kecamatan dengan fokus pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi dan teknologi.
Prosesi penerimaan mahasiswa berlangsung di Aula Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara. Kehadiran para mahasiswa tersebut diharapkan mampu menjadi katalisator pembangunan desa melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Banjarnegara, Agus Stiyadi, mengatakan bahwa program KKN Pemberdayaan Masyarakat UGM merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan daerah jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah pedesaan.
“Program KKN ini merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi,” kata Agus dalam laporannya.
Ia menjelaskan, mahasiswa akan menjalankan program pengabdian selama kurang lebih satu setengah bulan, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Selama periode tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Banjarnegara bertugas mengoordinasikan, memfasilitasi, serta mendampingi pelaksanaan KKN di lapangan.
Dikatakannya, para mahasiswa ini akan ditempatkan di tiga kecamatan yang menjadi lokasi KKN, yakni Kecamatan Sigaluh, Batur, dan Pejawaran.
Di Kecamatan Sigaluh akan ditempatkan 28 mahasiswa yang akan bertugas di Desa Sawal dan Desa Pringamba. Sementara Kecamatan Pejawaran menjadi lokasi pengabdian bagi 29 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Sarwodadi dan Desa Giritirta. Adapun Kecamatan Batur akan menjadi lokasi pengabdian bagi 30 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Sumberejo dan Desa Pasurenan.
Agus berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat membantu pemerintah desa dalam mengembangkan berbagai potensi lokal melalui pendekatan berbasis teknologi dan inovasi.
“Kami berharap melalui program ini dapat terwujud pemetaan potensi desa berbasis digital, pengembangan inovasi teknologi, penyuluhan kesehatan, penguatan UMKM, serta optimalisasi sektor pertanian dan pariwisata desa,” ujarnya.
Selain itu, program KKN juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Banjarnegara, Teguh Handoko, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Gadjah Mada dan seluruh mahasiswa peserta KKN yang telah memilih Banjarnegara sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga membawa energi baru bagi pembangunan daerah.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa di tengah masyarakat kami merupakan sebuah kehormatan sekaligus energi baru bagi pembangunan di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.
Teguh menegaskan bahwa mahasiswa sebagai intelektual muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Karena itu, ia berharap setiap kelompok KKN dapat menyusun program kerja yang kreatif, inovatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Teguh juga menitipkan sejumlah pesan kepada para mahasiswa. Ia meminta peserta KKN segera beradaptasi dengan lingkungan desa, memahami budaya lokal, serta menghormati nilai-nilai yang hidup di masyarakat.
Menurutnya, kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program KKN.
“Kami berharap mahasiswa dapat menghormati adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal sehingga keberadaan KKN benar-benar diterima serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menjaga etika, menjunjung tinggi sopan santun, dan menjadi teladan selama menjalankan pengabdian.
“Jadilah teladan yang baik, junjung tinggi sopan santun, dan ciptakan kenangan manis bersama masyarakat selama masa pengabdian,” katanya.
Melalui program KKN Pemberdayaan Masyarakat UGM Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap terbangun kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.