
WONOSOBO, SERAYUNEWS- Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menjadi salah satu perguruan tinggi swasta berbasis Islam terkemuka di Indonesia.
Kampus ini terus berkembang dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an, tradisi pesantren, ilmu pengetahuan modern, serta transformasi digital untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pada 2025, UNSIQ berhasil meraih Akreditasi Institusi “Unggul”, meningkat dari predikat Baik Sekali pada 2024. Capaian tersebut memperkuat posisi UNSIQ sebagai salah satu perguruan tinggi Islam swasta yang memiliki kualitas akademik dan tata kelola yang terus mengalami peningkatan.
Melansir laman resmi UNSIQ, Rektor UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, Dr. Zaenal Sukawi menjelaskan bahwa secara resmi Universitas Sains Al-Qur’an berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 87/D/O/2001 tertanggal 10 Juli 2001.
UNSIQ merupakan pengembangan dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jawa Tengah di Wonosobo yang telah berdiri sejak tahun 1988.
Awalnya IIQ hanya memiliki dua fakultas, yaitu:
1. Fakultas Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
2. Fakultas Dakwah dengan Program Studi Penerangan dan Penyiaran Agama Islam (PPAI) yang kini menjadi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan tinggi, pada 1996 didirikan Akademi Keperawatan, kemudian disusul berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE-YPIIQ) pada 1999.
Ketiga institusi tersebut akhirnya digabungkan menjadi Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo pada tahun 2001.
Perjalanan panjang UNSIQ tidak dapat dipisahkan dari sosok KH Muntaha Al-Hafidz, ulama kharismatik asal Kabupaten Wonosobo yang dikenal luas sebagai pendidik, pejuang, ulama, sekaligus tokoh masyarakat.
Menurut Dr. Zaenal Sukawi, Mbah Muntaha menjadi motor utama dalam pengembangan IIQ hingga berkembang menjadi UNSIQ. Selain dikenal sebagai pengasuh pesantren, Mbah Muntaha juga memiliki rekam jejak sebagai pejuang kemerdekaan.
Mbah Muntaha disebut sebagai salah satu tokoh yang turut terlibat dalam perjuangan melawan penjajah Belanda dan dikenal sebagai penyepuh bambu runcing yang digunakan para pejuang.
Pengembangan UNSIQ juga memperoleh dukungan penuh dari Bupati Wonosobo periode 1985–1990, Drs. H. Poedjihardjo.
Melalui pembentukan Yayasan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an (YIIQ), pengembangan kampus didasarkan pada kolaborasi empat kekuatan utama masyarakat, yakni:
· Ulama dan pesantren.
· Pemerintah atau birokrasi.
· Dunia usaha dan industri.
· Akademisi.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam perkembangannya, UNSIQ mengusung visi sebagai universitas transformatif, humanis, dan Qur’ani.
Rektor Dr. Zaenal Sukawi menegaskan bahwa transformasi pendidikan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan era digital.
UNSIQ mengembangkan sistem pendidikan berbasis:
· Transformasi digital kampus.
· Delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.
· Penguatan outcome lulusan.
· Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Melalui skema pembelajaran 5-1-2, mahasiswa memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi melalui berbagai program MBKM baik di tingkat universitas maupun kerja sama dengan kementerian dan berbagai lembaga.
Salah satu ciri khas UNSIQ adalah konsep Syajarah Al-Qur’an, yakni paradigma keilmuan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern secara harmonis.
Konsep tersebut diwujudkan melalui sejumlah program unggulan seperti:
· Kuliah Plus Ngaji.
· Mahasiswa Plus Santri.
· Qur’anisasi Sains.
· Saintifikasi Al-Qur’an.
Pendekatan tersebut menjadi identitas akademik UNSIQ yang membedakannya dari banyak perguruan tinggi lainnya.
UNSIQ terus menunjukkan peningkatan kualitas akademik dari tahun ke tahun. Riwayat akreditasi institusi meliputi:
2025: Akreditasi Unggul
2024: Akreditasi Baik Sekali
2021: Akreditasi B
2017: Akreditasi B
2015: Akreditasi C
Sementara itu, sejumlah program studi juga telah berhasil meraih predikat Unggul, Baik Sekali, hingga A, menunjukkan kualitas pembelajaran yang semakin kompetitif.
Saat ini UNSIQ memiliki tujuh fakultas serta Program Pascasarjana dengan puluhan program studi yang telah memperoleh akreditasi dari LAM maupun BAN-PT.
1. Program Pascasarjana
· Magister Pendidikan Islam (S2) – Akreditasi B
· Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S2)- Akreditasi B
2. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)
Fakultas ini menjadi salah satu fakultas dengan capaian akreditasi terbaik di UNSIQ.
· S1 Pendidikan Agama Islam- Akreditasi Unggul
· S1 Pendidikan Fisika – Akreditasi Unggul
· S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) – Akreditasi Unggul
· S1 Pendidikan Bahasa Arab- Akreditasi Unggul
· S1 Pendidikan Guru Islam Anak Usia Dini (PGIAUD)- Akreditasi Unggul
3. Fakultas Syariah dan Hukum
· S1 Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyyah)- Akreditasi Unggul
· S1 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) – Akreditasi Baik Sekali
· S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir – Akreditasi Unggul
· S1 Ilmu Hukum – Akreditasi B
4. Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik
· S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam- Akreditasi B
· S1 Ilmu Politik – Akreditasi Baik
5. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
· S1 Akuntansi – Akreditasi B
· S1 Manajemen – Akreditasi Baik Sekali
· S1 Perbankan Syariah – Akreditasi Baik Sekali
6. Fakultas Bahasa dan Sastra
· S1 Sastra Inggris – Akreditasi B
· S1 Pendidikan Bahasa Inggris – Akreditasi Baik
7. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Fakultas ini memiliki salah satu program studi dengan akreditasi tertinggi, yakni Arsitektur.
· S1 Arsitektur – Akreditasi A
· S1 Teknik Sipil – Akreditasi Baik
· S1 Teknik Informatika – Akreditasi Baik Sekali
· S1 Teknik Mesin – Akreditasi Baik
· D3 Manajemen Informatika – Akreditasi Baik Sekali
8. Fakultas Ilmu Kesehatan
· D3 Keperawatan- Akreditasi Baik Sekali
· D3 Kebidanan – Akreditasi Baik Sekali
· S1 Keperawatan – Akreditasi Baik Sekali
· Pendidikan Profesi Ners – Akreditasi Baik Sekali
Selain mengembangkan kualitas akademik, UNSIQ memiliki karakteristik yang membedakannya dengan perguruan tinggi lainnya, yakni mengintegrasikan tradisi pesantren dengan sistem universitas modern melalui konsep Syajarah Al-Qur’an.
Konsep tersebut diwujudkan melalui program Kuliah Plus Ngaji, Mahasiswa Plus Santri, Qur’anisasi Sains, serta implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang didukung transformasi digital di berbagai layanan akademik.
Menurut Dr. Zaenal Sukawi, transformasi pendidikan tersebut menjadi fondasi penting dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, daya saing global, serta mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dr. Zaenal Sukawi menegaskan bahwa UNSIQ berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, akhlak, serta nilai-nilai Al-Qur’an.
Melalui penguatan tata kelola berbasis data, digitalisasi layanan akademik, serta pengembangan talenta mahasiswa, UNSIQ terus meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan tantangan global.
“Dengan pengembangan tersebut, kami berharap UNSIQ menjadi media pengabdian, pendidikan, penelitian, serta pelayanan terbaik bagi mahasiswa, orang tua, masyarakat, pemerintah, hingga mitra internasional,” ujar Dr. Zaenal Sukawi.
· Nama Perguruan Tinggi: Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo
· Berdiri: 10 Juli 2001
· Cikal Bakal: Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jawa Tengah (1988)
· Status Akreditasi Institusi 2025: Unggul
· Alamat: Jalan KH Hasyim Asy’ari Km 03 Kalibeber, Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351
· Program Pendidikan: Diploma, Sarjana, Pascasarjana dan Profesi
· Keunggulan: Integrasi pesantren dan universitas modern, MBKM, transformasi digital, Qur’anisasi sains, serta pengembangan karakter Islami.