Istilah bahasa ngapak lengkap dengan artinya. (Huffington Post)
SERAYUNEWS – Dialek Banyumasan atau sering disebut Bahasa Ngapak merupakan kelompok bahasa Jawa yang dipergunakan di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Wilayah ini meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen (Barlingmascakeb).
Bahasa Ngapak memiliki karakteristik yang khas dalam pengucapannya. Di mana, bahasa ini di kenal dengan penggunaan vokal (a) yang dominan dalam kosakatanya.
Selain itu, Bahasa Jawa Dialek Banyumasan menunjukkan bahasa yang bersifat egaliter, artinya bahasa yang tidak memandang umur, maupun stastus sosial dalam masyarakat.
Merujuk pada Kamus Bahasa Jawa Banyumasan Indoneisa yang dilansir dari detik.com, berikut adalah lebih dari 99 istilah popular Bahasa Jawa Ngapak lengkap dengan artinya.
99+ Istilah Bahasa Ngapak dan Artinya
Liwang-liwung: antah berantah
Lobok: longgar
Lodhong: tabung bambu untuk wadah air, toples
Labuh: mulai
Ladak: galak
Lombo: tipu, bohong
Longok: jenguk
Lamod: jilat
Landhung: menjulur panjang
Lémpog, lémpogen: lelah, capai, terasa capai
Gembridig: berduyun-duyun
Gigal: jatuh (untuk benda berukuran kecil)
Gedhagar-dhagar: tergesa-gesa, terburu-buru
Gemblung: gila
Halaholo: tampak bingung dan bodoh
Ileng-ileng: memperhatikan sesuatu dengan seksam
Esog: taruh
Gableg: punya (kasar)
Gamblok: menumpang, melekat
Garan: gagang, bagian pegangan
Wadon: perempuan, istri
Wagu: tidak cocok, tidak patut, tidak serasi
Weken: berikan
Tatag: tegar, tabah, berani
Teles: bisa, mampu, gampang sekali
Weruh: melihat
Wisuh: membasuh tangan atau kaki
Wuled: kuat dan liat, sulit dicabut
Tengi, setengi: sedikit, tidak banyak
Teyeng: bisa
Umuk: membual
Nyrandu: mengganggu orang kerja
Ogrok: korek, mengorek sesuatu
Ombér: Longgar, luas, lapang
Ngelak: haus
Ngagir: tidur tengkurap, telungkup
Orag: Guncang
Oyod: akar
Nglalu: masa bodoh, tidak peduli, acuh tak acuh
Nglékar: telentang
Nylekamin: enak, gurih, nikmat
Maning: lagi
Mayeng, mayeng-mayeng: pergi, bepergian terus menerus
Melas: kasihan, iba
Mendhoan : goreng tempe setengah matang (makanan khas Banyumas)
Menyak: menginjak
Methakil: nakal, usil, jahil
Madhang: makan nasi
Maen: bagus, indah, hebat
Mamang: ragu-ragu
Mandan madan: agak
Parab, paraban: alias, nama alias
Pecicilan: bertingkah tak karuan, rusuh
Oyok: kejar
Padha: sama, semua
Prepeg, prepegan: sibuk, ramai pembeli
Priben, priwe: bagaimana
Palangapa: tak ada jeleknya, tak ada salahnya
Pandeng: tatap dengan tajam
Rames: nasi bungkus, nasi campur lauk pauk
Padune: ada maksud terselubung
Sejen: beda, lain
Selang, nyelang: pinjam, meminjam
Semaur: menjawab
Reyang: gaduh, bising
Romed, ngromed: meracau, bicara sendiri, bicara di luar kesadaran
Sengit: benci
Sampluk: pukul secara tidak sengaja
Sadhingan, sedhingah: terserah
Sedhela, sedhilit: sebentar
Dhisit: dulu
Drememel: bicara terus
Endhep: rendah sehingga mudah diraih, pendek
Engan: kata seru tanda heran atau terkejut
Esat: surut, kering
Ciblon: memainkan tangan di air sehingga menimbulkan bunyi
Cumplung: kepala berlubang dan kosong karena dimakan tupai