
CILACAP, SERAYUNEWS – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui Program TJSL Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU).
Salah satunya dengan memberikan Pelatihan Diversifikasi Produk Puyuh menjadi Produk Bernilai Ekonomi, di Kelurahan Kutawaru, Cilacap Tengah, Jumat (14/8/2026).
Acara ini merupakan program turunan MAMAKU, khususnya pengembangan kegiatan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Sebanyak 11 anggota kelompok perempuan yang merupakan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti pelatihan ini.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan menyebutkan selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. “Hasil budidaya puyuh yang selama ini berupa telur dan daging tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi produk olahan yang lebih beragam,” ujarnya.
Diversifikasi tersebut memungkinkan bahan pangan lokal memiliki masa pemanfaatan yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pengembangan diversifikasi produk puyuh menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Ketersediaan bahan pangan yang diproduksi sendiri, disertai kemampuan mengolah dan mengembangkan produk, dapat memperkuat kapasitas masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk dari luar wilayah,” imbuh Agustiawan.
Di sisi lain, pengolahan hasil puyuh menjadi produk bernilai jual membuka peluang terbentuknya rantai nilai ekonomi baru, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
“Bagi kelompok perempuan eks PMI, keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Officer CSR & SMEPP Kilang Cilacap, Lifania Riski Nugrahani menyerahkan bantuan perlengkapan memasak untuk mendukung kegiatan pengolahan produk dan pengembangan usaha kelompok.
Sesi pelatihan menghadirkan Dosen Program Studi Produk Agroindustri Politeknik Negeri Cilacap, Mardiyana sebagai instruktur. Peserta mendapatkan pembekalan tentang pemanfaatan produk turunan puyuh, khususnya daging dan telur, untuk diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Peserta mendapatkan pemaparan mengenai diversifikasi produk, pengenalan bahan, serta prinsip dasar pengolahan pangan. Selanjutnya, peserta melakukan penimbangan bahan dan penentuan komposisi, sebelum praktik langsung proses pengolahan hingga pemasakan dimsum berbahan dasar produk turunan puyuh.
Pemilihan dimsum menjadi salah satu bentuk diversifikasi dilakukan untuk memberikan alternatif produk olahan yang dapat dikembangkan dan dipasarkan oleh kelompok.
Dengan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk siap konsumsi, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Melalui kegiatan ini, Program MAMAKU berupaya mengintegrasikan aspek ketahanan pangan, peningkatan keterampilan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi lokal.