Jumat, 9 Desember 2022

Ada Gembong Teroris dan Ribuan CCTV di Lapas High Risk Karanganyar Nusakambangan

Koordinator Wilayah Pemasyarakatan Nusakambangan dan Cilacap I Putu Murdiana saat di sela kunjungan Kapolda Jateng, di Lapas Karanganyar Nusakambangan, Kamis (3/11/2022). (Ulul Azmi/Serayunews)

Ratusan narapidana berstatus risiko tinggi menempati Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) High Risk Karanganyar Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah. Napi yang tinggal di sana merupakan pindahan dari berbagai Lapas/Rutan di Indonesia dari berbagai kasus berat, di antaranya bandar narkoba dan terorisme.


Nusakambangan, serayunews.com

Lapas Karanganyar Nusakambangan merupakan lapas dengan pengamanan super maksimum dengan teknologi tinggi. Bahkan di sana satu sel untuk satu orang.

Lapas Karanganyar ini juga terkenal dengan pengamanan super ketat karena ada pantauan dari ribuan CCTV selama 24 jam. Selain itu, pengendalian seluruh pengamanan ruangan dengan teknologi tinggi berbasis komputer. Lapas ini juga jadi lapas syok terapi bagi narapida kelas kakap yang pindah dari berbagai lapas/rutan dari berbagai wilayah di tanah air.

Adapun napi yang menempati Lapas Karanganyar sebagian besar terlibat kasus berat mulai dari bandar narkoba, gembong teroris, hingga pembunuhan. Sebagian besar menjalani masa hukuman di atas sepuluh tahun, hukuman seumur hidup, hingga hukuman mati.

Koordinator Wilayah Pemasyarakatan Nusakambangan dan Cilacap I Putu Murdiana mengatakan, hingga saat ini sudah ada 401 narapidana yang menempati Lapas Karanganyar.

“Saat ini ada 401 narapidana di Karanganyar, dari sebelumnya berjumlah 398 tambah 3 dari Rutan Cikeas,” ujar Putu, Senin (7/11/2022).

Putu mengatakan, tambahan tiga narapidana dari Rutan Cikeas Bogor merupakan napi kasus terorisme. Petugas memindahkan mereka ke Lapas Karanganyar pada Rabu lalu. Proses pemindahannya pun dengan pengawalan ketat aparat, mulai dari pemeriksaan di dermaga hingga menyeberang ke Palau Nusakambangan.

“Napiter semua dari Cikeas, kita berkoordinasi dengan Densus 88 Mabes Polri, ada koordinasi secara berjenjang dengan persetujuan Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” ujarnya.

Saat ini ada delapan lapas di Nusakambangan yang beroperasi yaitu Lapas Terbuka yang menerapkan sistem pengamanan minimum, Lapas Permisan dan Lapas Kembang Kuning yang menerapkan pengamanan medium. Lalu, Lapas Besi dan Lapas Narkotika yang menerapkan pengamanan maksimum. Kemudian, Lapas Batu, Lapas Pasir Putih, dan Lapas Karanganyar yang menerapkan pengamanan super maksimum.

Sedangkan untuk tiga lapas baru yang sedang dalam proses pembangunan terdiri atas Lapas Nirbaya, Lapas Khusus Narkotika Gladakan, dan Lapas Khusus Teroris Ngaseman.

Berita Terpopuler

Berita Terkini