Sabtu, 2 Juli 2022

Alhamdulillah, Ratusan Pekerja Pemilah Sampah di Cilacap Terima BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja Pemilah Sampah di pengolahan sampah menjadi RDF saat menerima Kartu BPJS Ketenaga kerjaan. Foto: Dok SBI Cilacap.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap, yang merupakan unit usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan kartu keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja pemilah sampah di fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) di Kecamatan Jeruklegi.


Jeruklegi, serayunews.com

Pemberian kartu keanggotaan menjadi bukti para pekerja pemilah sampah telah menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaa. Imbasnya mereka memiliki hak dan kewajiban yang sesuai ketentuan.

Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan oleh Community Relations Manager SBI Pabrik Cilacap, Dewi Hestyani kepada perwakilan pekerja, Kamis (16/6/2022).

Baca juga  Demi Upah Rp500 Ribu, Warga Gandrungmangu Nekat Jadi Kurir Narkoba, Begini Nasibnya Sekarang

Turut hadir dan menyaksikan penyerahan tersebut adalah Kepala BPJS Dewi Manik, Camat Jeruklegi Rosikin S.Sos. MM, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup. Ada juga dari perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cilacap dan Ketua Paguyuban Pemilah Sampah, Tumin Maryanto.

“Kami mengapresiasi terobosan Solusi Bangun Indonesia dalam program CSR kepada masyarakat dengan membagikan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan stimulan bagi para pekerja dan nantinya para pekerja akan melanjutkan keanggotaannya dengan rutin melakukan pembayaran setiap bulan,” ujar Rosikin.

Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk para pekerja pemilah sampah produktif yang berumur di atas 20 tahun. BPJS Ketenagakerjaan bagi pemilah sampah itu merupakan BPJS Jaminan kecelakaan kerja dan kematian dengan nilai iuran sekitar Rp16.800 per bulan yang akan diberikan selama 3 bulan.

Baca juga  Pengusaha versus Pekerja, Terkait Soal Aturan Cuti Hamil Sampai 6 Bulan
Sinergi

Terselenggaranya program pemberian BPJS ini merupakan bentuk sinergi berbagai pihak. Para pihak itu adalah Solusi Bangun Indonesia, BPJS, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Pemerintah Kecamatan Jeruklegi, serta Paguyuban Pemilah Sampah.

Ketua Paguyuban Pemilah Sampah RDF, Tumin Maryanto (57) mengatakan, penerima kartu BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 127 orang. Semuanya merupakan anggota dari paguyuban pemilah sampah di RDF Jeruklegi.

“Mereka adalah pemilah sampah yang berasal dari sekitar area operasional pengolahan sampah menjadi RDF. Mereka biasanya bekerja mulai jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB,” ujarnya.

Baca juga  Penerimaan Siswa Baru, Ini Imbauan Ganjar ke Orangtua

Sebagai informasi, fasilitas pengolahan sampah menjadi RDF di Jeruklegi, Kabupaten Cilacap merupakan yang pertama di Indonesia. Dukungan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk keberlanjutan pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang rendah emisi serta terbarukan, adalah bukti nyata keberpihakan untuk penggunaan energi yang ramah lingkungan dan terjadinya ekonomi sirkular.

Fasilitas RDF di Jeruklegi memiliki kapasitas 120-150 ton sampah segar per hari. Menggunakan teknologi bio drying, sampah segar dengan kadar air di atas 50% dikeringkan hingga mencapai kadar air 20-25% untuk kemudian bisa sebagai bahan bakar alternatif.

Berita Terkait

Berita Terkini