
SERAYUNEWS– Menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas menjamin ketersediaan beras di wilayah Banyumas Raya dalam kondisi aman. Kepastian ini didukung oleh tingginya angka serapan beras sepanjang tahun 2025 serta komitmen instansi terhadap program swasembada pangan nasional.
Prawoko Setyo Aji, Pemimpin Perum Bulog Cabang Banyumas, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil menyerap lebih dari 66 ribu ton setara beras. Angka ini berkontribusi pada kesuksesan pengadaan nasional yang mencetak rekor sejarah di angka 4,2 juta ton.
“Secara nasional, pengadaan beras Bulog juga mencapai lebih dari 3 juta ton, dan kami di daerah selalu mendukung penuh apa pun penugasan yang diberikan pemerintah, termasuk untuk tahun 2026,” kata Prawoko, Jumat (9/1/2026).
Saat ini, gudang Bulog di empat kabupaten wilayah Banyumas Raya menyimpan cadangan sekitar 58 ribu ton beras. Jumlah yang setara dengan 80% hasil serapan petani tahun lalu tersebut dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan warga dalam waktu dekat.
Meski masih menunggu instruksi lanjutan dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog bersama Satgas Pangan telah bergerak melakukan pengawasan pasar. Langkah ini diambil untuk mencegah kelangkaan serta menjaga agar harga tetap stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami terus memantau pasar agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di atas HET,” ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah saat ini menetapkan HET beras medium pada harga Rp13.500 per kilogram dan beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram. Pantauan di lapangan menunjukkan harga di pasar tradisional Banyumas masih patuh pada regulasi tersebut.
Memasuki tahun 2026, Bulog ditargetkan untuk menyerap hingga 4 juta ton setara beras secara nasional. Prawoko menjelaskan bahwa keberhasilan swasembada ini tidak hanya memperkuat cadangan dalam negeri, tetapi juga memberikan pengaruh signifikan pada pasar internasional.
“Secara dunia, harga beras turun dari sekitar 600 dolar AS menjadi 330 dolar AS per ton, atau turun sekitar 40 persen. Ini bukan hanya menguntungkan dalam negeri, tetapi juga membantu negara lain,” katanya .
Optimisme semakin kuat mengingat masa panen raya di Banyumas diprediksi jatuh pada akhir Februari. Walaupun saat ini panen sudah mulai terlihat di beberapa titik, distribusinya masih didominasi oleh pasar lokal. Dengan kombinasi stok yang melimpah dan panen yang segera tiba, ketahanan pangan Banyumas Raya dipastikan tetap kokoh menghadapi hari raya.