
CILACAP, SERAYUNEWS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menegaskan tidak ingin ada aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja tanpa semangat dan hanya berorientasi pada gaji.
Ammy meminta seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap bekerja maksimal sesuai tanggung jawab yang telah diemban.
Bahkan, dia mempersilakan pejabat yang merasa tidak mampu mengikuti ritme kerjanya untuk mengundurkan diri dari jabatan.
Hal itu disampaikan Ammy usai melantik sejumlah pejabat administrator dan dokter ahli utama di Ruang Prasanda, kompleks Pendapa Wijayakusuma Cilacap, Senin (10/8/2026).
Menurut Ammy, posisi yang ditinggalkan pejabat yang tidak mampu menjalankan tugas dapat diberikan kepada orang lain yang dinilai lebih siap dan mampu bekerja.
Dalam sambutannya, Ammy meminta pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.
Menurutnya, keputusan menjadi ASN memiliki konsekuensi berupa kewajiban memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
“Saya mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik. Saya berpesan di mana pun Anda berada, laksanakanlah tugas dengan sebaik-baiknya dan berikanlah pengabdian yang terbaik,” kata Ammy.
Ammy kemudian menyinggung pola pikir sebagian ASN yang menganggap besaran gaji tidak akan berubah meskipun bekerja rajin maupun tidak.
“Karena saya tidak ingin lagi mendengar ada ASN yang berkata, ‘Mau saya rajin kek, mau enggak rajin kek, mau lembur atau enggak lembur kek, gaji saya ya segitu-gitu aja’,” ujarnya.
Menurut Ammy, ASN yang ingin mengejar kekayaan melalui profesi lain dipersilakan mengambil pilihan tersebut. Namun, pilihan itu harus disertai konsekuensi.
“Kalau kepengin jadi orang kaya, kepengin jadi konglomerat, saya persilakan Anda untuk mengajukan pensiun dini dan alih profesi menjadi pengusaha,” tegasnya.
Ammy menegaskan setiap orang yang telah memilih menjadi ASN harus memahami konsekuensi dari pilihan tersebut.
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“Karena Anda semua sudah memilih jalan untuk menjadi aparatur sipil negara, maka konsekuensinya adalah mengabdi yang sebaik-baiknya kepada bangsa dan negara. Itu konsekuensinya,” katanya.
Dia juga memberikan contoh dari dirinya sendiri. Meski saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Cilacap, Ammy mengaku tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab tanpa mempermasalahkan besaran gaji yang diterimanya.
“Saya tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab saya sebagai pelaksana tugas Bupati Cilacap tanpa ada keluhan. Dan itu yang saya harapkan saudara-saudara sekalian terapkan di posisi apa pun sekarang saudara ditempatkan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ammy juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki cara pandang berbeda dalam menjalankan pemerintahan dibandingkan bupati sebelumnya, Syamsul Auliya Rachman.
“Saya bukan Mas Syamsul. Saya pasti memiliki sudut pandang yang berbeda dengan bupati sebelumnya, dengan Mas Syamsul,” kata Ammy.
Dia mengatakan kondisi yang terjadi di Kabupaten Cilacap membuat dirinya memilih pendekatan yang menitikberatkan pada aspek keamanan, hukum, dan profesionalitas kinerja ASN.
“Hari ini tentu saja pasca apa yang terjadi di Kabupaten Cilacap, saya memilih pendekatan dari sudut pandang keamanan saudara-saudara sekalian semua dari segi hukum, dan tentunya saya melakukan pendekatan profesionalitas sebagai indeks kinerja saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
“Saya tidak melakukan pendekatan politik, saya tidak melakukan pendekatan sosial,” imbuhnya.
Ammy juga menyinggung targetnya untuk membawa perubahan signifikan dalam pembangunan Kabupaten Cilacap.
Dia menilai Cilacap memiliki potensi besar karena merupakan kabupaten dengan wilayah terluas di Jawa Tengah dan jumlah penduduk terbesar kedua di provinsi tersebut.
Ammy mengaku telah berulang kali menemui pejabat pemerintah pusat untuk melakukan lobi serta membangun hubungan yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, potensi tersebut seharusnya membuat Cilacap berkembang lebih besar. Namun, dia menilai pembangunan Cilacap selama bertahun-tahun masih mengalami stagnasi.
“Padahal Cilacap adalah kabupaten terluas di Jawa Tengah dan dengan penduduk terbanyak kedua di Jawa Tengah. Seharusnya dengan potensi tersebut Cilacap pasti harusnya lebih besar daripada Solo, harusnya lebih besar daripada Semarang. Dan harus diakui,” katanya.
“Berarti selama bertahun-tahun Cilacap mengalami stagnasi pembangunan. Nah ini yang akan kita rubah,” lanjut Ammy.
Karena itu, Ammy meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap mengikuti ritme kerja yang telah ditetapkannya.
Dia bahkan mempersilakan pejabat yang merasa tidak mampu menjalankan tugas untuk menyampaikannya secara terbuka.
Ammy mengatakan dirinya terbuka terhadap kemungkinan pergantian pejabat apabila ada yang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Menurutnya, banyak pihak lain yang siap mengisi posisi tersebut.
“Saya membuka peluang yang sebesar-besarnya Anda untuk mengundurkan diri dan mengganti dengan yang lebih mampu dan banyak yang menginginkan posisi saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
Ammy juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat. Jika ada pejabat yang tidak mampu mengikuti ritme kerja pemerintahan yang diharapkannya, rotasi jabatan menjadi salah satu opsi.
“Dan yang tidak mampu untuk mengikuti ritme kerja saya, terpaksa saya juga akan tidak segan-segan untuk melakukan rotasi,” tegas Ammy.
Ammy berharap ketegasan tersebut dapat dipahami seluruh pejabat dan ASN. Dia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upayanya mendorong perubahan sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Cilacap.