
SERAYUNEWS – Angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap. Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Hembusan angin kuat menyebabkan atap rumah warga beterbangan, bangunan rusak, hingga garasi sekolah ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan peristiwa angin kencang terjadi sejak Jumat (23/1/2026) dan kembali memuncak pada Sabtu (24/1/2026) pagi. BPBD bersama relawan dan perangkat desa langsung bergerak melakukan asesmen di lokasi terdampak.
“Itu terus kita monitor perkembangannya. Kami bersama relawan dan warga masyarakat bergerak cepat untuk membantu mengatasi persoalan ini,” kata Taryo saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan laporan BPBD, angin kencang melanda Desa Gentasari sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar 17.00 WIB. Akibatnya, sejumlah rumah warga di Dusun Bayeman Kidul mengalami kerusakan. Atap dapur hingga rangka atap nyaris terangkat, sementara beberapa lembar asbes dan seng terbang terbawa angin.
Data sementara mencatat beberapa warga terdampak, di antaranya Warsan (64) dan Muawanah, warga RT 02 RW 03 Dusun Bayeman Kidul. Rumah Muawanah mengalami kerusakan sekitar 25 lembar seng asbes. Sementara itu, rumah milik Irfan di RT 12 RW 03 rusak sedang setelah tertimpa pohon tumbang.
Tak hanya rumah warga, fasilitas pendidikan juga terdampak. Garasi TK Ma’arif NU Al Madina 02 Gentasari dilaporkan ambruk dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 15 juta.
Kejadian serupa kembali dirasakan warga RT 03 RW 03 Desa Gentasari pada Sabtu pagi. Puluhan atap rumah dilaporkan terbang, membuat warga panik dan memilih keluar rumah demi keselamatan.
“Banyak asbes dan seng berterbangan. Warga takut tertimpa, jadi banyak yang keluar rumah dan berkumpul di tempat terbuka,” ujar Septian Adi Susanto, warga setempat.
Warga lain, Mahmud, mengaku terkejut melihat puluhan lembar asbes di rumahnya terangkat dan pecah setelah jatuh ke tanah. Padahal, menurutnya, atap rumah sudah dipasang dan dipaku dengan kuat.
Selain Gentasari, BPBD juga menerima laporan dampak angin kencang di wilayah lain seperti Adipala, Sampang, dan Maos. Di sejumlah titik, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerusakan bangunan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Personel UPTD PKBD Kroya bersama relawan Bagana dan perangkat desa telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
Hingga kini BPBD masih melakukan asesmen dan pendataan. Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi angin kencang masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati dan segera melapor jika terjadi kejadian darurat,” pungkas Taryo.