
SERAYUNEWS – Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Pasalnya, pasokan BBM dari Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap dipastikan dalam kondisi aman.
Imbauan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Pertamina memastikan operasional kilang tetap berjalan optimal untuk menjaga produksi dan distribusi BBM.
Area Manager Communication, Relation and CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan operasional kilang agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, seluruh unit produksi di Kilang Cilacap dijalankan selama 24 jam tanpa henti untuk menjaga stabilitas pasokan BBM.
“Kami berkomitmen mengoperasikan kilang 24 jam non-stop untuk menghasilkan produk-produk berkualitas demi menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat,” kata Agustiawan.
Ia menjelaskan, konsumsi BBM biasanya mengalami peningkatan selama Ramadan hingga Idulfitri. Hal ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama saat perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.
Karena itu, operasional kilang terus dimaksimalkan agar mampu memenuhi kebutuhan energi yang meningkat selama periode tersebut.
Saat ini kapasitas produksi Kilang Cilacap mencapai sekitar 348 ribu barel per hari. Dengan kapasitas tersebut, kilang ini menjadi salah satu penopang utama pasokan BBM nasional.
Produksi dari Kilang Cilacap mampu menyuplai sekitar 33 persen kebutuhan BBM di Indonesia. Distribusinya menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Bali dan Nusa Tenggara.
Wilayah-wilayah tersebut diproyeksikan mengalami lonjakan konsumsi BBM selama masa Ramadan hingga Lebaran seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
Agustiawan menegaskan, hingga saat ini operasional kilang masih berjalan normal meski terdapat dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia memastikan kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap produksi maupun distribusi BBM dari Kilang Cilacap.
“Secara saat ini kami bisa pastikan stok BBM sangat aman untuk masyarakat. Tidak perlu panic buying atau khawatir dengan kondisi global yang berkembang,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan internal perusahaan, ketersediaan BBM saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar satu bulan ke depan.
Meski demikian, Pertamina tetap memantau perkembangan pasokan minyak mentah impor yang menjadi bahan baku pengolahan di kilang.
“Kami berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan secara global sehingga suplai energi kepada masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Dengan operasional kilang yang tetap optimal serta distribusi yang berjalan lancar, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan menjelang Lebaran.