Selasa, 29 November 2022

Angsamas, Upaya Banyumas Dongkrak Potensi Sungai Serayu

Bupati Banyumas saat mencoba jet ski di Sungat Serayu beberapa waktu lalu. (Dok Dishub Bms)

Pemkab Banyumas terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, potensi Sungai Serayu sangat besar dan bisa dimanfaatkan beragam cara dan Banyumas sudah memulainya dengan meluncurkan Angkutan Serayu Banyumas (Angsamas).


Purwokerto, serayunews.com

Saat ini Banyumas sudah membangun dua dermaga yang berlokasi di Papringan, Kecamatan Banyumas dan Tambaknegara, Kecamatan Rawalo. Rencananya pemkab akan membangun tiga dermaga lagi. Keberadaan dermaga ini mampu mendongkrak wisata Sungai Serayu. Meskipun sejauh ini baru wisata susur sungai saja.

“Sebelumnya pernah kita uji coba untuk jet ski dan cukup menantang. Hanya saja keamanannya harus dipastikan terlebih dahulu. Misalnya tebing-tebing di sekitar lokasi yang digunakan untuk jet ski harus diperkuat supaya tidak longsor,” kata Husein, Minggu (26/9/2022).

Sejauh ini, pemanfaatan Sungai Serayu untuk bermain jet ski memang baru uji coba. Selain memerlukan anggaran cukup besar untuk pengadaan jet ski, Husein juga berencana akan memperkuat tebing-tebing sungai terlebih dahulu dengan menanam rumput vertiver.

“Tahun ini kita baru anggarkan untuk pengadaan kapal wisata yang ukurannya cukup besar dan bertingkat,. Sehingga untuk jet ski kita tunda dulu, sambil bertahap memperkuat tebing-tebing sungai,” jelasnya.
Inovasi

Untuk saat ini, wisata susur Sungai Serayu masih menjadi prioritas. Program Angsamas yang merupakan inovasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas ini juga mendapat support dari pemerintah pusat. Sehingga beban pemkab untuk pengembangannya tidak terlalu berat.

Saat ini sudah ada 5 kapal yang beroperasi dan melayani wisatawan. Ditambah dengan satu kapal besar yang sedang dalam proses pembuatan. Husein menyatakan, wisata susur Sungai Serayu ini juga sangat potensial untuk dikembangkan. Dalam jangka panjang, ia berharap bisa berkembang seperti wisata susur sungai di Bangkok, Thailand. Dimana juga melayani susur sungai pada malam hari dan sepanjang sungai disuguhkan pemandangan lampu-lampu hias yang menawan.

Meskipun tidak bisa menyamai wisata susur sungai di Bangkok, lanjut Bupati, setidaknya mendekati atau miniature wisata susur sungai Bangkok. Hanya saja kendala yang dihadapi adalah arus sungai yang cukup deras saat musim penghujan. Karenanya, kapal yang dioperasikan harus menggunakan mesin besar yang bisa melawan arus sungai, atau bisa juga dibuat cerukan sebagai tempat kapal bersandar saat debit sungai meningkat.

“Untuk jangka panjang, potensi Sungai Serayu ini luar biasa. Jika digarap dengan tepat dan maksimal. Memang tidak bisa menyamai Bangkok, tetapi setidaknya bisa menjadi miniature. Dan yang utama adalah sisi keamanannya harus dipastikan, sebab sekali saja terjadi kecelakaan, maka kepercayaan publik akan hilang,” pesan Husein.

Dukungan

Dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah terus mengalir untuk perkembangan angkutan Sungai Serayu. Untuk tahun ini saja sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk pengadaan dua unit kapal wisata dengan kapasitas penumpang masing-masing 24 orang. Selain itu juga dianggarkan pembuatan kolam labuh atau garasi kapal dengan anggaran Rp1 miliar. Baik pengadaan kapal maupun pembuatan kolam labuh ini sudah berjalan dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun ini. Kolam labuh dibangun di halte sungai Tambaknegara. Kemenhub juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tambahan tiga halte baru. Sebelumnya dari hasil kajian, ada 5 calon lokasi dermaga di sepanjang Sungai Serayu. Yaitu di Kedunguter, Papringan, Patikraja, Tumiyang, dan Tambaknegara.

Berita Terpopuler

Berita Terkini