
SERAYUNEWS – Siapa yang merasa happy banget pas liburan, tapi langsung mendadak lemas dan cemas pas lihat kalender besok sudah harus ngantor atau kuliah lagi?
Tenang, kamu nggak sendirian! Fenomena ini sering disebut sebagai stress transisi atau post-holiday blues.
Perubahan drastis dari suasana santai ke tumpukan deadline memang sering memicu tekanan mental. Tapi, jangan sampai perasaan ini bikin produktivitas kamu terjun bebas, ya!
Guru Besar Ilmu Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim (Bunda Romy), menekankan bahwa kunci utamanya ada di pola pikir.
Menurutnya, cara kita memandang situasi sangat menentukan seberapa berat beban yang kita rasakan.
“Penting untuk melihat situasi dari sisi yang lebih baik agar perasaan tidak semakin terbebani,” ungkap Bunda Romy.
Tips dari pakar agar transisi kamu lebih smooth:
Jangan Langsung “Gaspol”: Hindari memandang rutinitas sebagai beban berat yang datang sekaligus. Berlatihlah untuk berpikir fleksibel.
Terima Masa Adaptasi: Tubuh dan pikiran butuh waktu untuk sinkron kembali setelah pola tidur dan aktivitas berubah total selama libur.
Fokus pada yang Bisa Dikontrol: Jangan pusingkan tumpukan email yang belum dibuka, fokuslah pada satu tugas kecil yang bisa kamu selesaikan saat ini juga.
Biar nggak kaget, kamu bisa menerapkan strategi berikut supaya tetap chill saat kembali bekerja:
Atur Prioritas (Cicil Tugas): Jangan mencoba menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Buat daftar prioritas dan selesaikan secara bertahap.
Jaga Pola Tidur: Kurang tidur adalah musuh utama kesehatan mental. Pastikan jam tidur kamu kembali normal agar emosi lebih stabil.
Cari Hiburan Ringan: Olahraga tipis-tipis atau jalan santai di sore hari terbukti ampuh meningkatkan mood dan mengurangi kecemasan.
Ngobrol Yuk!: Ceritakan keseruan liburanmu ke teman kantor atau keluarga. Dukungan sosial adalah obat stres yang paling manjur.
Teknik Deep Breathing: Kalau mulai merasa overwhelmed, coba teknik pernapasan dalam. Tarik napas, tahan, dan buang perlahan untuk merilekskan saraf.
Kamu harus mulai waspada kalau gejala seperti sulit fokus, gelisah berlebihan, atau mudah lelah bertahan dalam waktu yang lama.
Jika perasaan cemas ini mulai mengganggu fungsi harianmu, jangan ragu untuk berdiskusi dengan profesional.
Ingat, menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat adalah maraton, bukan lari sprint.
Dengan mengelola ekspektasi dan pola pikir, kamu bisa kembali produktif tanpa harus mengorbankan kebahagiaanmu.
Welcome back to reality, and stay happy!