
SERAYUNEWS-Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Banjarnegara untuk memperkuat kapasitas relawan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan dan Pengurangan Risiko Bencana (Water Rescue), puluhan relawan dan generasi muda mendapatkan pelatihan penyelamatan di perairan yang digelar di kawasan Seakong Waduk Mrica, Kecamatan Wanadadi, Minggu-Senin (31 Mei–1 Juni 2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat persatuan dan kekompakan, pelatihan ini juga dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis, keterampilan lapangan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana di wilayah perairan.
Ketua Panitia yang juga Sekretaris BTB Irwanto mengatakan, Banjarnegara merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Oleh karena itu, keberadaan sumber daya manusia yang terlatih dan siap siaga menjadi kebutuhan penting dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
“Sebagian besar wilayah Banjarnegara memiliki potensi bencana. Karena itu diperlukan relawan yang memiliki kemampuan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan yang baik. Pelatihan seperti ini menjadi salah satu langkah untuk membangun relawan yang tangguh dan mampu membantu masyarakat saat terjadi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aji Piluroso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah, relawan, komunitas hingga masyarakat luas.
Tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas relawan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi pelestarian lingkungan. BTB Banjarnegara bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara melakukan penebaran 10.000 benih ikan di Waduk Mrica.
Program tersebut bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber pangan dan potensi ekonomi masyarakat di sekitar waduk.
Ketua Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Banjarnegara, Aziz Baihaqi, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam bentuk kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara BPBD, komunitas relawan, pemuda, dan masyarakat dapat melahirkan generasi relawan muda yang memiliki kemampuan, keberanian, serta kepedulian sosial tinggi dalam membantu masyarakat saat menghadapi bencana.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Dengan semangat Hari Lahir Pancasila 2026, BTB Banjarnegara menunjukkan bahwa penguatan kapasitas relawan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan sebagai upaya membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa depan.