
SERAYUNEWS – Kebiasaan mengecas ponsel hingga pagi hari masih menjadi perdebatan di kalangan pengguna smartphone.
Banyak orang menganggap cara ini praktis karena ponsel siap digunakan saat bangun tidur. Namun, tidak sedikit pula yang khawatir kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan baterai, menurunkan performa perangkat, bahkan memicu risiko keselamatan seperti panas berlebih.
Lantas, apakah anggapan tersebut masih relevan di era smartphone modern saat ini? Untuk menjawabnya, penting memahami bagaimana teknologi baterai bekerja serta sistem perlindungan yang diterapkan pada ponsel keluaran terbaru.
Pandangan bahwa mengecas HP terlalu lama dapat merusak baterai sebenarnya berakar dari teknologi baterai generasi lama.
Pada masa awal ponsel, baterai jenis nickel-cadmium (NiCd) dan nickel-metal hydride (NiMH) masih digunakan secara luas.
Baterai tersebut memiliki karakteristik yang rentan terhadap efek memori, yaitu penurunan kapasitas akibat pengisian yang tidak optimal.
Jika terus diisi dalam kondisi penuh atau tidak dikosongkan terlebih dahulu, performa baterai bisa cepat menurun. Dari sinilah muncul kekhawatiran bahwa pengisian daya semalaman berdampak buruk.
Seiring kemajuan teknologi, baterai lithium-ion (Li-ion) dan lithium-polymer (Li-Po) menggantikan baterai lama. Hampir seluruh smartphone modern saat ini menggunakan salah satu dari dua jenis baterai tersebut.
Baterai lithium memiliki keunggulan berupa kepadatan energi tinggi, bobot ringan, pengisian lebih cepat, serta tidak mengalami efek memori.
Selain itu, desain Li-Po memungkinkan produsen membuat perangkat lebih tipis tanpa mengorbankan daya tahan.
Perubahan teknologi ini membuat cara kerja pengisian daya jauh lebih aman dibandingkan era sebelumnya.
Baterai lithium-ion bekerja melalui perpindahan ion lithium antara anoda dan katoda. Saat ponsel diisi daya, ion bergerak dan tersimpan di anoda, sedangkan saat digunakan, prosesnya berbalik untuk menghasilkan energi listrik.
Keunggulan utama baterai lithium adalah kemampuannya melakukan siklus pengisian berulang tanpa merusak struktur kimia secara langsung. Inilah alasan mengapa baterai modern dapat bertahan ratusan hingga ribuan kali siklus pengisian.
Smartphone masa kini dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) yang berfungsi mengatur arus, tegangan, dan suhu baterai.
Ketika daya sudah mencapai kapasitas penuh, sistem ini secara otomatis menurunkan arus masuk atau memutus pengisian sepenuhnya.
Dengan mekanisme tersebut, baterai tidak terus-menerus menerima daya meskipun charger masih terhubung.
Artinya, ponsel tidak benar-benar “diisi terus” sepanjang malam seperti anggapan sebagian orang.
Inilah alasan utama mengapa mengecas HP semalaman tidak langsung menyebabkan baterai rusak atau meledak.
Meski relatif aman, kebiasaan mengecas ponsel hingga pagi hari tetap memiliki dampak jangka panjang. Pengisian berulang hingga 100 persen dapat mempercepat degradasi kimia baterai dibandingkan pengisian di rentang ideal, yakni sekitar 20 hingga 80 persen.
Selain itu, proses pengisian daya menghasilkan panas. Jika ponsel diletakkan di tempat tertutup, tertindih bantal, atau menggunakan casing tebal saat dicas, panas dapat terperangkap dan mempercepat penurunan kualitas baterai.
Masalah utama bukan terletak pada lamanya pengisian, melainkan pada suhu berlebih dan kebiasaan pengisian penuh terus-menerus.
Penggunaan charger resmi atau berkualitas tinggi sangat berpengaruh terhadap keamanan pengisian daya.
Charger abal-abal berisiko menghasilkan arus tidak stabil yang dapat menyebabkan panas berlebih dan merusak komponen internal ponsel.
Oleh karena itu, produsen smartphone umumnya menyarankan pengguna memakai adaptor dan kabel pengisi daya sesuai standar perangkat.
Untuk menjaga usia baterai tetap optimal, pengguna disarankan tidak selalu mengecas hingga 100 persen, menghindari pengisian di tempat panas, serta tidak menggunakan ponsel secara berlebihan saat sedang dicas.
Mencabut charger setelah baterai penuh atau memanfaatkan fitur pengisian pintar yang tersedia di ponsel modern juga dapat membantu memperpanjang umur baterai.
Dengan penggunaan yang bijak dan pengisian daya yang tepat, baterai ponsel dapat bertahan lebih lama dan performa perangkat tetap optimal.***